Minggu, 21/02/2021, 14:06:36
Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional, Menjaga Bahasa Bangsa
Oleh: Arum Tri Indriyana

Pernahkan Anda mendengar mengenai perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional? Pastinya Anda sudah pernah mendengar, dan mengetahui akan suatu perayaan dari Hari Bahasa Ibu Internasional tersebut. Agar tahu lebih mendalam, mari mengulik mengenai sejarah tentang lahirnya Hari Bahasa Ibu Internasional.

Dikutip dari situs resmi UNESCO, untuk memperingati tentang Hari Bahasa Ibu Internasional, yaitu merupakan bagian dari inisiatif bangsa Bangladesh yang disetujui pada Konferensi Umum UNESCO 1999 dan telah diikuti di seluruh dunia sejak 2000. Deklarasi tersebut kemudian sebagai bentuk penghormatan terhadap Gerakan Bahasa yang dilakukan oleh orang Bangladesh.

Kemudian pada tahun 1948, Pemerintah dari Pakistan pada waktu bersamaan mendeklarasikan bahasa Urdu sebagai satu-satunya bahasa nasional Pakistan, meskipun ada satu bahasa lagi yaitu bahasa Bangla yang kebanyakan digunakan oleh mayoritas orang yang menggabungkan Pakistan Timur dan Pakistan Barat.

Rakyat Pakistan Timur memprotes, karena mayoritas penduduknya berasal dari Pakistan Timur dan bahasa ibu mereka adalah Bangla. Singkat sejarah, dengan demikian tanggal 21 Februari dijadikan sebagai peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional di seluruh dunia dan salah satunya di Indonesia.

Tema dari Hari Bahasa Ibu Internasional tahun 2021 ini adalah "Membina Multibahasa untuk inklusi dalam pendidikan dan masyarakat.

Dengan demikian harapan dari hari Bahasa Ibu Internasional tahun 2021 ini menjadikan masyarakat lebih dari satu bahasa dalam penerapan komunikasi berbahasa dalam kehidupan sehari-hari untuk selalu mengusahakan lebih baik serta berupaya untuk membangun dan mengimplementasikan terhadap dunia pendidikan dan masyarakat pada umumnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa Bahasa Ibu adalah Bahasa yang pertama dikuasai manusia sejak lahir melalui interaksi dengan sesama anggota masyarakat bahasanya, seperti keluarga dan masyarakat lingkungannya. Sehingga dalam hal ini, Bahasa Ibu merupakan bahasa yang pertama kali diperoleh dan dipelajari oleh seseorang sejak kecil secara alamiah dan menjadi dasar sarana komunikasi serta menjadikan pemahaman terhadap lingkungan sekitarnya.

Pada umumnya Bahasa Ibu ini lahir karena pendidikan dilingkungan keluarganya. Bahasa Ibu juga pada intinya menjadi tolak ukur kesadaran suatu keluarga untuk menjaga Bahasa ibu ini kepada setiap generasi penerusnya.

Bangsa pun tidak terlepas untuk selalu ikut andil dalam tonggak dasarnya sebagai pemersatu untuk saling menjaga, dan melestarikan Bahasa ibu hingga kelak masih dapat dirasakan dan dijumpai oleh generasi penerus yang akan datang. Tanpa mengurangi ketidakmurnian dari Bahasa Ibu ini.

Bahasa adalah perwujudan dari sebuah kata yang dituturkan oleh masyarakat dan menimbulkan suatu komunikasi. Tujuan bahasa yaitu mempersatukan bangsa. Dengan adanya Bahasa, tidak akan terjadi kesalahpahaman dalam memaknai suatu bahasa bangsa.

(Arum Tri Indriyana adalah Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tinggal di Jatisawit, Bumiayu, Kabupaten Brebes. E-mail: Arumtriindriyana@gmail.com)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita