Kamis, 18/02/2021, 16:59:38
Kajari Tegal: Dari 4 Kasus Dugaan Korupsi, 2 Naik ke Penyidikan
LAPORAN JOHARI

Kajari Tegal Jasri Umar (kanan) didampingi Kasi Intel Ali Mukhtar (kiri) saat menggelar konferensi pers terkait 4 kasus dugaan korupsi mega proyek yang ditangani Satgas Tipikor di Kantor Kejari Tegal. (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, Jawa Tengah, menggelar konferensi pers terkait 4 kasus dugaan korupsi mega proyek yang ditangani Satuan tugas tindak pidana korupsi (Satgas Tipikor) Kejari Tegal, diantaranya GOR Tegal Selatan, Taman Pancasila, revitalisasi Alun-alun dan dana bantuan Covid-19, di Kantor Kejari Tegal, Kamis 18 Februari 2021.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, Jawa Tengah Jasri Umar didampingi Kasi Intel Ali Mukhtar mengungkapkan dari 4 kasus dugaan tipikor, 2 diantaranya ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. 1 dihentikan karena tidak ada alat bukti atau tindak pidana yang mengarah ke korupsi, dan 1 dalam tahap telaah masih mencari perbuatan melawan hukumnya.

“Dua kasus yang dinaikan ke penyidikan adalah proyek revitalisasi Alun-alun dan bantuan Covid-19 dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PDAM Kota Tegal, yang nilainya lebih dari Rp 500 juta,” kata Jasri Umur.

Selain 4 kasus tersebut, ada kasus lain yang dihentikan penyelidikannya yakni dugaan pungutan APD di DPUPR. “Setelah kami periksa para rekanan yang mengerjakan proyek tidak ada pungutan maka dihentikan," jelasnya.

Lebih lanjut kata Jasri, CSR dilanjutkan ke penyidikan karena sudah ada bukti-bukti awal ada tindak pidana di situ. Sedangkan untuk kasus Alun-alun dinaikkan karena kami menemukan adanya mengarah ke tindak pidana.

“Meski uang CSR sudah dikembalikan, namun perkara tetap lanjut dan akan menjadi pertimbangan hal yang meringankan di proses persidangan,” imbuhnya.

Terkait kerugian negera, Jasri mengatakan nanti ada tim ahli yang menghitung dari auditor, BPK ataupun BPKP. “Secara kasat mata kita sudah tahu makanya dinaikan ke penyidikan,sedangkan  untuk calon tersangka nanti kita panggil untuk diperiksa lagi” pungkasnya.

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita