Rabu, 17/02/2021, 23:38:09
Dukun Palsu Diringkus, Ngakunya Bisa Usir Tuyul dan Tarik Emas
LAPORAN JOHARI

Dukun Palsu Diperiksa Penyidik Unit I Satreskrim Polres Tegal Kota, Rabu 17 Februari 2021

PanturaNews (Tegal) - Nawa Rikie Soegiarto (35) warga Kampung Pekopen, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang tinggal di Jalan Sipayung, Gang Raharjo, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah,  diringkus Satreskrim Polres Tegal Kota, Selasa 05 Januari 2021 lalu.

Pasalnya ia mengaku sebagai dukun yang bisa mencarikan nasabah, mengusir tuyul dan menarik emas dari gaib. Akibat bualannya, karyawati sebuah bank, M (25) terpedaya dan mengalami kerugian sekitar Rp 43,5 juta lebih. Pelaku kini mendekam di Mapolres Tegal Kota dan dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo melalui Kasatreskrim, AKP Syuaib Abdullah mengungkapkan, korban sebelumnya merasa tertipu karena sudah beberapa kali memberikan uang untuk membeli persyarataan ritual penarikan emas secara gaib tak pernah terbukti.

“Korban sudah mengeluarkan uang banyak, katanya untuk membeli minyak persyaratan ritual. Karena yang dijanjikan tidak pernah terwujud, merasa tertipu dan dirugikan, akhirnya korban melapor ke polisi,” kata AKP Syuaib di Mapolres Tegal Kota, Rabu 17 Februari 2021.

Diungkapkan, korban yang bekerja di salah satu bank dikenalkan oleh temannya dengan pelaku pada Juni 2020 lalu, yang mengatakan ada orang pintar yang bisa membantu mencarikan nasabah. Setelah korban ke rumah pelaku, pelaku mengaku sebagai dukun yang mengetahui hal-hal mistis. Bahkan pelaku awalnya menyebut jika korban sedang diikuti oleh mahluk gaib seperti Tuyul.

Pelaku kemudian menyatakan akan membantu menjauhkan tuyul itu. Selanjutnya pelaku meminta uang untuk membeli perlengkapan ritual. Korban pun percaya hingga merasa sudah tidak ada mahluk gaib yang mengikutinya. Karena terperdaya, komunikasi berlanjut hingga pelaku menawarkan untuk menarik harta karun berupa emas secara gaib. Korban pun secara bertahap memberikan sejumlah uang hingga mencapai Rp 43.520.000. Namun emas yang dijanjikan tak pernah ada.

“Yang lapor hanya satu orang, kejadiannya berlangsung sejak Juni 2020 hingga Desember 2020,” pungkasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita