Rabu, 17/02/2021, 23:33:47
Siap Siaga! Atas Bencana Alam dan Proyek yang Tak Berkesudahan
Oleh: Baqi Maulana Rizqi

Ternyata bukan hanya Pandemic Covid-19 yang tak begitu berkutik ketika dihadapkan dengan kepentingan korporat kelas nasional, nyatanya atas segala bencana alam yang terjadi pun tidak menyurutkan hasrat pembangunan untuk terus berjalan.

Hal ini sejalan dengan kegagalan yang dialami PT SAE (Sejahtera Alam Energi), sebagai pengelola PLTP pada tahap Eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturraden di Gunung Slamet bergeser ke utara, meliputi Kabupaten Brebes dan Tegal. Ini dilakukan setelah dua sumur yang sudah dibor  pelaksana proyek  PT SAE, yakni wellpad F dan H belum menghasilkan panas bumi.

Kepala Teknis Panas Bumi PT SAE, Albaren Simbolon mengatakan sumur F bisa dikatakan gagal karena pengeboran tidak sampai ke kedalaman yang ditentukan. Sedangkan wellpad H, sampai pada titik yang ditentukan, menghasilkan panas bumi, namun masih dievaluasi karena masih membutuhkan perangkat teknologi lain agar bisa dimanfaatkan.

“Kita melihat situasinya juga tidak ekonomis untuk kita. Akhirnya kita melanjutkan rencana kita ke arah utara, dengan kajian geologi yang sudah ditentukan,” kata Albaren. seperti yang diberitakan GATRA (17/02/21).

Menurut Latifah (2019) Commercial Operation Date (COD) PLTP Baturaden yang berkapasitas 220 MW ditargetkan pada tahun 2022 dan 2024. “Strategi nasional untuk mewujudkan ketahanan energi nasional salah satunya yaitu dengan adanya proyek ini” Menurut Direktur Panas Bumi Yunus saefulhak. Dana yang dibutuhkan pada tahap eksplorasi sekitar USD 75 juta dan total investasi yang dibutuhkan USD 900 juta.

Pantas saja, proyek akan terus dijalankan. Tidak mudah memang membiarkan biaya besar yang sudah dikeluarkan, apalagi bagi PT SAE sebagai pengelola PLTP Baturaden yang merupakan perusahaan yang berasal dari jerman dengan saham 75% sedangkan 25% yang lain dimiliki PT. Trinergy Indonesia.

Bermula dari adanya keputusan menteri energi dan sumber daya mineral, menurut Fuadi (2017) keputusan tersebut nomor1557/30/NEM/2010 yang kemudian diperbarui menjadi keputusan menteri energi dan sumber daya mineral nomor 4577 k/30/6/2015.

PT SAE memegang izin panas bumi wilayah kerja panas bumi PLTP baturaden seluas 24.660 hektar meliputi kabupaten brebes kabupaten banyumas kabupaten purbalingga kabupaten tegal dan kabupaten pemalang yang 90% dari lokasi tersebut adalah kawasan hutan lindung sehingga PT SAE harus mendapatkan izin pemakaian kawasan hutan yang dikeluarkan oleh kementerian kehutanan pada tahun 2014 tepatnya pada tanggal 22 agustus kementerian kehutanan mengeluarkan izin seluas 44 hektar namun ketika oktober 2016 PT.SAE telah mengantongi IPPKH seluas 488.28 hektar.

Akan semakin kuat juga untuk tetap melanjutkan tahap Eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturraden di Gunung Slamet bergeser ke wilayah Kabupaten Brebes. Sebab, dengan

adanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes menerima hibah 35 aset jalan dan jembatan dari pihak PT Sejahtera Alam Energy (SAE), dengan total nilai mencapai Rp 11 miliar lebih.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes Ahmad Syatibi mengatakan, "Nanti di awal tahun 2021 akan dilakukan pengeboran kembali di Kecamatan Sirampog. Untuk mobilisasi pengeboran panas bumi itu, PT SAE sudah membuat jembatan Kalibuntu baru dan kantong parkir," kata Ahmad Syatibi. Seperti yang dilaporkan Pantura Post Senin (31/8/2020).

Belum lagi atas merapatnya ulama terkemuka kabupaten brebes untuk mendoakan kelancaran pembangunan, Doa bersama PT Sejahtera Alam Energy (SAE) jelang proses pengeboran gunung Slamet, di area perkebunan teh kaligua desa Pandansari kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes. ini adalah kombinasi antara penguasa, ulama, dan korporat. Persatuan yang sulit diruntuhkan. Seperti yang dilaporkan Media Nasional (13/11/18).

Padahal sesuai penuturan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, kerusakan hutan lindung di lereng Gunung Slamet berakibat sering terjadinya bencana tanah longsor di daerah sekitarnya, seperti di Kabupaten Brebes wilayah Selatan. Nushy Mansur. "Kabupaten Brebes termasuk tiga daerah yang dekat dengan Gunung Slamet yakni Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Pemalang," ujar Nushy, seperti yang dilaporkan mediaindonesia (14/12/2021).

Lebih lanjut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mencatat, sejak November 2020 hingga pertengahan Februari 2021, total ada 104 peristiwa bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak. Kepala BPBD Brebes Nushy Mansur mengatakan, dari jumlah itu terjadi kerusakan di berbagai sektor, mulai dari sektor pendidikan, permukiman hingga infrastruktur jalan.

"Total sampai Februari ini 104 kejadian bencana alam. Dampaknya merusak 6 gedung sekolah, 54 rumah warga, dan 44 infrastruktur jalan," kata Nushy. Seperti yang dilaporkan Kompas (9/2/2021).

Sepertinya sudah mulai jelas duduk perkaranya dimana, bagaimana kita menyaksikan sendiri kombinasi yang strategis antara ulama, penguasa, dan korporat atas pemanfaatan sumber daya alam. Lalu apakah akan berlanjut tahap Eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturraden di Gunung Slamet di wilayah kabupaten brebes, tentu kita akan menemukan jawabnnya kedepan.

(Baqi Maulana Rizqi adalah Mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita