Selasa, 16/02/2021, 23:15:18
Soal Vaksin Nusantara, Dewi Aryani: Ada Catatan Khusus Buat Kemenkes
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani (kanan) bersama rombongan Komisi IX DPR RI saat kunker di RSUP Kariadi Semarang. (Foto: Dok/Tim DeAr)

PanturaNews (Semarang) - Komisi IX DPR RI memberikan beberapa catatan penting untuk Kementrian Kesehatan (Kemenkes) secara khusus, sehubungan dengan uji klinis Vaknus atau Vaksin Nusantara.

Hal itu terungkap pada kunjungan kerja (Kunker) reses Komisi IX DPR RI ke RSUP Sardjito dan juga RSUP Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, Selasa 16 Februari 2021.

“Sebagai bagian dari proses membangun kedaulatan di bidang kesehatan, Komisi IX mendukung penuh penelitian dendritic cell diteruskan ke fase dua,” ujar anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani, M.Si.

Catatan lainnya, menurut politi PDI Perjuangan ini, juga mendesak BPOM untuk terus melakukan pendampingan, agar uji klinis dapat dipastikan sesuai ketentuan Good Clinical Practices, dan mempercepat persetujuan penelitian dendritic cell menuju fase 2 sesuai dengan regulasi yang ada.

Komisi IX, lanjutnya, juga akan mendesak Kemenkes untuk mendukung penuh anggaran penelitian dendritic cell ini, demi kemandirian produk dalam negeri sesuai amanat Inpres 6 Tahun 2016.

“Saya pribadi sangat mengapresiasi, mengingat kita memerlukan vaksin dalam jumlah besar dan cepat. Jika vaknus ini terealisasi, maka akan menjadi harapan besar untuk bangsa ini dalam mempercepat proses pemulihan Covid-19, dimana imbasnya ke segala sektor kehidupan kita,” tandas Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Lebih lanjut dikatakan Dewi Aryani yang ke Senayan dari Dapil Jawa Tengah IX meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, Vaksin Nusantara akan mengurangi ketergantungan terhadap vaksin impor. Karena itu, maka vaknus harus bisa menjadi andalan ke depan.

“Dukungan penuh semua pihak terkait dalam proses uji klinis, hingga produksi sangat penting agar pemulihan ekonomi bidang lainnya dapat kembali bangkit, dan normal jika vaksin nusantara ini telah terealisasi,” pungkas Dewi Aryani.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita