Jumat, 29/01/2021, 14:09:37
Tingkatkan Pasokan Air, Tirta Darma Ayu Kerjasama dengan Kuningan
LAPORAN RESMAN S

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Darma Ayu Indramayu, Jawa Barat. (Foto: Dok/Humas Perumdam)

PanturaNews (Indramayu) - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Darma Ayu Indramayu, Jawa Barat, di tahun 2021 akan terus meningkatkan pelayanan air besih bagi masyarakat. Upaya itu diwujudkan kerjasama dengan Kabupaten Kuningan dalam penyediaan air curah sebesar 405 liter perdetik.

“Upaya ini sebagai terobosan dalam penyediaan air baku yang selama ini hanya mengandalkan sumber air baku Sungai Cimanuk,” ujar Dirut Perumdam Tirta Dharma Ayu Indramayu, H. Tatang Sutardi, S.Sos, M.Si, Jumat 29 Januari 2021.

Lebih lanjut dikatakan H. Tatang Sutardi melalui Humas Perumdam Tirta Dharma Ayu Indramayu, Budi S bahwa selama ini untuk kebutuhan air baku, sangat mengandalkan air permukaan sungai Cimanuk. Pada kondisi puncak musim kemarau, sering mengalami krisis air baku, sehingga berpengaruh pada pasokan distribusi air bersih kepada konsumen.

“Upaya kerjasama dengan Kabupaten Kuningan, dengan air curah dari sejumlah mata air disana, diharapkan ketesediaan air baku akan lebih tejamin,” jelasnya.

Menurutnya, bentuk kerjasama antara Kabupaten Indramayu melibatkan tim invesatasi Pemkab Indramayu yang dipimpin H. Maman Kostaman, bersama dinas terkait.

”Ini sangat penting mengingat tekait dengan sumber dana APBD Kabupaten Indramayu. Mudah-mudahan hal ini bisa ditindaklanjuti oleh pemerintahan baru sekarang,” harapnya.

Tatang Sutardi menerangkan, sebagai perusahaan dibidang penyediaan air besih masyarakat, Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu kini terus berupaya meningkatkan pelayanan, diantaranya penambahan instalasi pengolahaan air bersih di sejumlah titik.

Pengolahan Air (IPA), lanjutnya, diantaranya IPA Lobener 300 liter/detik, IPA Indramayu, Buyut Urang Lohbener serta instalasi pengolahan di beberapa kantor cabang, serta yang teakhir adalah instalsi 50 liter/detik Kepanden.

”Kalau melihat animo masyarakat untuk berlanggganan masih cukup tinggi, beberapa program air bersih bantuan pemerintah seperti bagi masyarakat berpenghasilan rendah ( MBR), sejak program bejalan sudah terpasang sebanyak 26.000 sambungan langganan baru,” rincinya.

Jumlah ini, kata dia diperkirakan teus berkembang setiap tahun. Sedangkan konsumen saat ini sudah mencapai 137.027 sambungan langganan. Jumlah pelanggan setiap tahun terus meningkat.

“Peningkatan itu harus diikuti dengan ketesediaan distribusi air, tentunya dengan sumber air baku yang memadai serta instalasi yang harus terus bertambah,” jelasnya.

Dibidang management, Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu berupaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), dengan berbagai pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan harapan mampu menjawab kebutuhan SDM yang dituntut mampu mengikuti perkembangan jaman.

“Pencapaian ini sangat dimungkinkan karena iklimnya sangat kondusif bagi kemajuan PDAM. Baik dari segi birokrasi (legislatif dan eksekutif), masyarakat, dan juga hubungan baik dengan kalangan pers yang selalu mendukung dengan baik program-program PDAM,” paparnya.

Hal lain selama perjalanan PDAM yang kini berubah menjadi Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu, Pemkab sebagai pemilik memberikan keleluasaan untuk melakukan inovasi dalam mengembangkan perusahaan, temasuk peluang membukan kerjasama dengan semua pihak.

”Sebagai pemilik, Pemkab serta stakeholder lain juga turut mendongkrak sejumlah kemajuan. Kita diberi kebebasan untuk terus bergerak mencari bantuan-bantuan untuk pengembangan,” ungkapnya.

Hasilnya, dalam kurun waktu tersebut PDAM berhasil mendatangkan bantuan senilai total Rp 110 miliar. Ini menunjukkan bahwa Indramayu mendapat perhatian yang luar biasa dari pemerintah pusat.

Ditambahkan, tercatat Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu pada beberapa tahun sebelumnya, berhasil mendapatkan bantuan terbesar Rp 45,165 miliar, ditambah investasi PDAM sebesar Rp 14 miliar. Angka itu belum termasuk bantuan untuk program masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) senilai total Rp 22 miliar untuk 7.666 SR, serta Rp 21 miliar pada tahun 2019-2020 untuk program kelanjutan MBR .

“Kendati demikian, kami terus berupaya miningkatkan kwalitas dan pelayanan kepada masyarakat. Di antaranya yang paling menonjol adalah terus mengupayakan otomatisasi di semua level, baik dari level produksi dan distribusi, pelayanan, hingga kinerja karyawan,” pungkasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita