Kamis, 28/01/2021, 19:56:05
MDI: Islah Golkar Indramayu Demi Persatuan dan Kebesaran
LAPORAN RESMAN S & BOBY RAHMAT, SH

Rapat DPD Partai Golkar Indramayu untuk menyatukan dua kelompok yang konflik agar islah dan bersatu kembali. (Foto: Humas Golkar Indramayu)

PanturaNews (Indramayu) - Kekalahan Partai Golkar Indramayu menjadi cambuk sekaligus koreksi bersama antara elit politik, kader, maupun simpatisan untuk berbenah diri. Turunkan ego kelompok demi persatuan kader Golkar kedepan, untuk merebut kembali amanah rakyat yang sudah memberikan kepercayaan.

“Konflik Internal Partai Golkar Kabupaten Indramayu antara faksi Daniel Mutaqien dan Saefudin, membuat Golkar tumbang dalam Pilkada 2020,” kata Ketua Umum Majelis Dakwah Islamiyyah (MDI) Kabupaten Indramayu, Jiaul Haq dalam keterangan tertulisnya, Kamis 28 Januari 2021.

Jiaul Haq minta agar ego kelompok dalam hal ini demi persatuan dan kebesaran Partai Golkar Indramayu, untuk kembali saling mengkoreksi diri dan tidak perlu lagi menyalahkan kelompok lain.

“Mari berpikir ke depan dengan bersiap-siap menyambut Musda Golkar yang akan di gelar setelah penyelesaian konflik oleh DPP Partai Golkar,” pinta Haq.

Untuk menyatukan dua kelompok yang konflik agar islah dan bersatu kembali, Haq menyerukan untuk dukung Taufik Hidayat sebagai Ketua DPD Partai Golkar, dan Yoga sebagai Sekjen DPD Partai Golkar Indramayu.

“Saefudin sendiri tetap posisinya sebagai Ketua DPRD Indramayu, mewakili Partai Golkar di legislatif,” ungkap Jiaul Haq.

Diketahui, Jiaul Haq juga menjadi pengurus DPD Partai Golkar Indramayu bidang Komunikasi Media dan Penggalangan Opini Publik.

Ditegaskan Haq, semua sudah sama-sama tahu harapan DPP Partai Golkar, memberi sinyal untuk Islah demi kejayaan Golkar Indramayu, dan demi kebaikan masyarakat yang sudah memberikan kepercayaan kepada Golkar selama puluhan tahun untuk memimpin Indramayu.

“Kami berharap kebesaran hati semua elit Golkar. Bagi MDI yang notaben sebagai Ormas yang didirikan Partai Golkar hanya berpikir masa depan Partai Golkar, bukan henya berpikir kepentingan kelompok, golongan atau elit individu saja,” tandasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita