Jumat, 22/01/2021, 21:39:45
Kepada Kapolres, Petani Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Pupuk
LAPORAN JOHARI

Ketua Gapoktan Asmawi Aziz, keluhkan sulitnya mendapat pupuk bersubsidi kepada Kapolres.

PanturaNews (Tegal) – Giat Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulanadari dalam rangkan mendukung program ketahanan pangan, di beberapa lokasi, Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kelurahan Pesurungan Lor dan Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, Kota Tegal,Jawa Tengah, mendapat beberapa masukan dan keluhan dari petani, Jumat 21 Januari 2021.

Di Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kapolres mendapat keluhan dari petani Padi dan Bawang Merah, tentang sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, karena birokrasi yang panjang. Petani minta tidak perlu ada pupuk bersubsidi, yang penting pupuk selalu ada di toko dan mudah mendapatkannya. Hal itu dikatakan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelurahan Kalinyamat Kulon,Kecamatan Margadana, Asmawi Aziz.

Menurut Asmawi Aziz, kesulitan petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi karena harus ada tandatangan ketua Gapoktan, terus tanda tangan penyuluh pertanian dan tandatangan dinas pertanian, baru bisa membeli petani. Dengan birokarasi yang panjang itu, butuh waktu yang cukup lama, padahal tanaman harus secepatnya dipupuk.

Asmawi mencontohkan, ini bawang berurmur 10 hari, lima hari lagi umur bawang 15 hari dan harus dipupuk. Dengan waktu 5 hari petani, harus lari kesana-kemari untuk mendapatkan tanda tangani. Setelah tandatangan komplit, belum tentu stok pupuk ada.  

“Untuk mendapatkan pupuk, kartu yang dipegang petani harus ditandatangani saya sebagai ketua gapoktan, ya kalau saya ada di rumah kalau hari itu saya pas pergi terpaksa besok. Selanjutnya, setelah saya tandatangan, minta tandatangan lagi ke penyuluh kalau pas pergi yang ditunda besok. Penyuluh sudah tandatangan, minta tanda tangan lagi ke dinas pertanian, ternyata dinasnya sedang dinas luar atau DL, ini problemnya. Petani maunya tidak perlu ada pupuk subsidi, kalau mau subsidi lebih baik bentuknya uang saja ,” pinta Asmawi.

Lebih lanjut kata Asmawi, bahwa sawah di Kaiinyamat Kulon bukan sawah tadah hujan, namun jika musim hujan banjir kalau musim panas, susah untuk mendapatkan air. Untuk itu Asmawi minta ada solusi untuk memperbaiki saluran.  Petani juga minta jalan Abdul Thohir ditembuskan hingga ke rel kereta, agar transpotrtasi petani membawa hasil panen tidak muter jauh, termasuk penerangan jalannya.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari, mengatakan ia datang langsung ke petani untuk belanja keluhan dan kesulitan yang dihadapai petani. Menurutnya ,jika aturan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ataurannya dari pusat, tentunya ia akan mencari jawabannya di pusat.

“Intinya pemerintah akan memberikan yang  terbaik dan termudah. Kalau permasalahan bapak-bapak ini tidak disiampaikan, pemerintah tahunya tidak ada masalah. Mudah-mudahan dari pusat ada solusi, sehingga petani termotivasi lagi untuk bercocok tanam,” ujar Kapolres.

 

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita