Rabu, 13/01/2021, 08:11:27
GMNI: Di Usia Brebes ke 343, Masih Banyak PR Harus Diselesaikan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Pertemuan rutin anggota GMNI Brebes yang dibarengi dengan diskusi di markas GMNI. (Foto: Dok/Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengharapakan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Brebes yang ke 343 ini, jangan hanya ceremonial belaka.

Namun demikian, harus di buktikan dengan kerja kerja yang kongkrit. Apalagi di tengah naiknya kasus pandemi virus Corona ini, masyarakat juga berharap kepada Pemerintah daerah untuk bisa memulihkan ekonomi demi keberlangsung hidup masyarakat.

"Selain itu, di bawah kepemimpinan Bupati Idza priyanti dan Wakil Bupati Brebes Narjo, masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus di selesaikan mulai dari kemiskinan hingga ekonomi," ujar Ketua DPC GMNI Kabupaten Brebes, Jefri di sela-sela pertemuan rutin anggotanya, Selasa 12 Januari 2021.

Menurut Jefri, di bawah kepemimpinan Idza Priyanti dan Narjo, untuk tahun 2020, angka kemiskinan justru meningkat di bandingkan tahun 2019. Dimana, pada bulan maret 2020 jumlah penduduk miskin (Penduduk dengan per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan)  mencapai 308,78 ribu orang (17,03 %).

Yakni bertambah sebelanyak 15,60 ribu orang dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2019 yang sebanyak 293,18 ribu orang (16,22%). Hal itu berdasarkan sumber yang di perolah dari Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes.

"Artinya dari angka-angka ini masih menandakan bahwa Kabupaten Brebes masih butuh penanganan serius terhadap kemiskinan," tutur Jefri.

Untuk itu, pihaknya berharap jangan sampai permasalahan tersebut di biarkan begitu saja.

Atas persoalan itu, DPC GMNI Brebes mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Brebes agar bisa memberikan terobosan- terobosan kebijakan guna mengurangi angka kemiskinan di daerahnya.

Mengingat masa pandemi virus corona ini masih belum tahu kapan akan berakhirnya. "Bukan hanya kemiskinan saja, tetapi sektor-sektor lain pun harus di perhatikan juga," pintanya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita