Selasa, 12/01/2021, 19:07:00
Polres Indramayu Berhasil Gagalkan Penyelundupan 10 Ton Pupuk
LAPORAN RESMAN S

Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang memeriksa barang bukti 10 ton pupuk yang diselundupkan dari Kabupaten Subang. (Foto: Humas Polres)

PanturaNews (Indramayu) - Satuan Reskrim Polres Indramayu jajaran Polda Jawa Barat, berhasil membongkar penyelundupan 10 ton pupuk bersubsidi jenis NPK merek Ponska. Dua tersangka ikut diamankan, Selasa 12 Januari 2021.

Penyelundupan pupuk terbongkar saat polisi mencurigai adanya kegiatan bongkar muat disebuah gudang di Desa Mekarsari, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Atas temuan itu, truk bernomor polisi T-9154-E bermuatan 10 ton pupuk diamankan.

“Dari surat jalan yang ditunjukan awak truk, ternyata pupuk itu berasal dari Kabupaten Subang,” ujar Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang.

Dijelaskan Kapolres yang didampingi Kasubbag Humas AKP Budiyanto, dua orang warga Kabupaten Indramayu, yang ikut diamankan yakni  SJR (47) warga Desa/Kecamatan Bangodua dan BG (42) pedagang pupuk.

Dari hasil pemeriksaan terungkap, lanjut Hafidh, kedua tersangka memesan pupuk bersubsidi itu dari wilayah Kabupaten Subang. Mereka lalu berencana menjual kepada petani dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi HET).

"Tersangka memanfaatkan situasi saat petani membutuhkan pupuk. Tetapi pupuk bersubsidi yang kami amankan ini, bukan peruntukan wilayah edar Kabupaten Indramayu," terang Hafidh.

Dari keterangan para tersangka, mereka membandrol pupuk selundupan itu di harga Rp. 330.000 per kwintal. Harga itu jauh di atas HET pemerintah, dimana harga pupuk jenis NPK ditetapkan sebesar Rp. 230.000 per kwintal.

"Tersangka kami jerat dengan UU Darurat RI Nomor 7 Tahun 1955, tentang tindak pidana ekonomi dan Permendag RI Nomor 15 Tahun 2013, dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun," pungkas Kapolres.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita