Minggu, 03/01/2021, 19:17:14
Soal Larangan FPI, Polisi Tempel Maklumat Kapolri di Tempat Umum
LAPORAN RESMAN S

Aparat dari Polsek Patrol jajaran Polres Indramayu menempel Maklumat Kapolri di tempat-tempat strategis yang mudah dibaca masyarakat. (Foto: Humas Polres)

PanturaNews (Indramayu) - Sosialisasi tentang larangan kegiatan dan penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan Front Pembela Islam (FPI), polisi menempelkan Maklumat Kapolri di tempat-tempat strategis.

Penempelan itu agar masyarakat mengetahui bahwa FPI telah dilarang melakukan kegiatan, sehingga masyarakat tidak memberikan dukungan kepada FPI, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

“Bhabinkamtibmas Polsek Patrol jajaran Polres Indramayu, menempel Maklumat Kapolri di tempat-tempat yang mudah dibaca masyarakat,” kata Kapolsek Patrol, Kompol Rukman melalui Kasubbag Humas Polres Indramayu, AKP Budiyanto, Minggu 03 Januari 2021.

Dijelaskan, kegiatan penempelan Maklumat Kapolri yang dilakukan oleh bahabinkamtibmas di tempat-tempat strategis, agar menjadi perhatian masyarakat. Penempelan untuk memudahkan masyarakat membaca, dan paham akan maklumat tersebut.

“Penempelan dilakukan di depan kantor Balai Desa Limpas, pangkalan ojek Patrol, Terminal Patrol dan tempat umum lainnya seperti di Jalan Raya Patrol-Anjatan,” terangnya.

Lebih lanjut AKP Budiyanto mengatakan, Kepolisian terus berupaya dengan berbagai cara untuk mensosialisasikan, guna menjamin keamanan dan ketertiban sebagaimana perintah undang-undang.

Selain penyebaran Maklumat Kapolri ini, polisi juga menyampaikan sosialisasi secara langsung dari satu tempat ke tempat lainnya.

“Dengan adanya sosialisasi yang disampaikan secara langsung maupun penempelan Maklumat Kapolri, diharapkan seluruh masyarakat bisa mengetahuinya,” pungkas AKP Budiaynto.

Diketahui, isi Maklumat Kapolri Nomor: Mak/1/I/2021 tentang pelarangan kegiatan FPI adalah:

(1) Masyarakat tidak terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mendukung dan memfasilitasi kegiatan, serta menggunakan simbol dan atribut FPI.

(2) Masyarakat segera melaporkan kepada aparat yang berwenang apabila menemukan kegiatan, simbol, dan atribut FPI serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

(3) Mengedepankan Satpol PP dengan didukung sepenuhnya oleh TNI–Polri, untuk melakukan penertiban di lokasi-lokasi yang terpasang spanduk/banner, atribut, pamflet, dan hal lainnya terkait FPI.

(4) Masyarakat tidak mengakses, mengunggah, dan menyebarluaskan konten terkait FPI baik melalui website maupun media sosial.

Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, ataupun diskresi Kepolisian.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita