Minggu, 27/12/2020, 19:44:57
Sekolah Terminal Bus Sakila Kerti Luncurkan Program Asela Cantika
LAPORAN JOHARI

Dirjen PAUD dan Dikdasmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) Jumeritanda tangani piagam Program ASELA CANTIKA

PanturaNews (Tegal) – Program-program cemerlang untuk mencedaskan anak bangsa tak pernah pupus dan selalu muncul di Pusat Kegiatan Belajar dan Mengajar (PKBM) Sakila Kerti, Sekolah Termial Bus Tegal, dibawah komando Dr Yusqon.

Dipenghujung tahun 2020, PKBM Sakila Kerti luncurkan program ASELA CANTIKA yakni program pendidikan dan perlindungan anak yang dicetuskan di PKBM Sakila Kerti, Terminal Tipe A, Kota Tegal. Program tersebut sinergisitas antara Disdikbud dan Sekolah Terminal. Untuk memberikan pendidikan yang layak dan mencegah kekerasan pada anak.

Pengelola PKBM Sakila Kerti Dr Yusqon mengatakan Asela Cantika merupakan program pengembangan dari sekolah terminal yang bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tentang Ayo Sekolah Lagi. Program Disdikbud digabungkan dengan Asela. Kemudian menjadi Asela Chantika yaitu Ayo Sekolah Lagi (Asela) Dengan Cara (C) Layanan (AN) Terintegrasi (T) Inovasi (I) Kekerasan Anak (KA). Hal itu juga berintegrasi dengan DPPKBP2PA untuk mencegah kekerasan pada anak. Karena anak-anak di terminal agar terhindar dari kekerasan. Dan mendapatkan bimbingan dari aktivis perlindungan anak dan perempuan Ratna Edi Suripno.

"Asela Chantika ini merupakan program sinergisitas antara Disdukbud dan DPPKBP2PA," kata Yusqon.

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD dan Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) Jumeri mengungkapkan adanya sekolah terminal ini merupakan sebuah usaha yang luar biasa. Karena tidak semua anak bisa bersekolah di sekolah formal. Apalagi di masa pandemi Covid saat ini, boleh jadi akan meningkatkan banyak anak yang putus sekolah. Dan sekolah non formal akan berperan besar, bahkan bisa lebih.

"Kamu berharap peran PKBM akan lebih besar. Karena kemungkinan akan bertambah jumlah anak yang putus sekolah, mereka lebih memilih bekerja ketika sekolah dan apabila mereka sudah terlanjur bekerja akan sulit diminta kembali ke sekolah. Dengan adanya PKBM anak-anak bisa bekerja sambil bersekolah, itu bisa menjadi solusi," ujar Jumeri.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita