Sabtu, 19/12/2020, 16:13:01
Intoleransi Marak Terjadi, Dewi Aryani: Kader Jangan Mudah Terprovokasi
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani menggalang soliditas struktrural partai menjelang Tahun Baru 2021, dan Rapid Test Covid-19 seluruh kader struktural PDI Perjuangan Kabupaten Tegal. (Foto: Dok/Tim DeAr)

PanturaNews (Tegal) - Saat ini intoleransi marak terjadi di beberapa wilayah. Karenanya kader PDI Perjuangan jangan mudah terprovokasi. Membangun toleransi dan gotong rotong harus terus di tanamankan, dan dilakukan oleh semua semua lapisan.

Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi 9 DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani, Msi dihadapan kader struktural bersamaan dengan reses di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal di Slawi, Sabtu 19 Desember 2020.

Selain menanamkan sikap toleransi, Dewi Aryani juga menggalang soliditas struktrural partai menjelang Tahun Baru 2021. Acara diawali Rapid Test Covid-19 seluruh kader struktural PDI Perjuangan Kabupaten Tegal.

“Membangun toleransi dan gotong rotong harus terus di tanamankan dan dilakukan oleh semua kader PDI Perjuangan di semua lapisan struktural,” kata Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, Indonesia merupakan negara yang beraneka ragam. Negara yang kaya akan pulau, agama, suku, ras, dan antar golongan. Perlunya perlindungan, saling menghormati antar kelompok, agar harmonis dalam suatu negara.

“Toleransi tidak hanya menyangkut satu bidang saja, setiap bidang membutuhkan toleransi. Sehingga proses pembangunan di segala bidang dapat dijalankan dengan penuh kedamaian dan keselarasan,” tutur Dewi Aryani.

Dewi Aryani yang ke Senayan dari Dapil Jawa Tengah IX yang meliputi Kota-Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes menjelaskan, berbicara tentang toleransi, hal tersebut erat kaitanya dengan melarang diskriminasi sekalipun banyak terdapat golongan yang berbeda agama, suku, dan antar golongan.

“Saat ini intoleransi marak terjadi di beberapa wilayah, karenanya kader PDI Perjuangan jangan mudah terprovokasi,” tegas Dewi Aryani.

Sikap toleransi, lanjut Dewi Aryani, secara umum antara lain menghargai pendapat mengenai pemikiran orang lain yang berbeda, serta saling tolong-menolong antar sesama manusia tanpa memandang suku, ras, agama, dan antar golongan.

“Tolenransi itu tidak mencela atau menghina agama lain dengan alasan apapun, serta tidak melarang ataupun mengganggu umat agama lain untuk beribadah,” tandasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita