Kamis, 03/12/2020, 21:11:12
Sidang Lanjutan Kasus Konser Dangdut, JPU Hadirkan Empat Saksi
LAPORAN JOHARI & SL. GAHARU

JPU mengahadirkan 4 orang saksi, satu diantaranya saksi ahli yakni Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari pada sidang lanjutan kasus konser dangdut dengan terdakwa Wasmad Edi Susilo. (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Sidang lanjutan kasus konser dangdut di tengah pandemi Covid-19 dengan terdakwa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, Wasmad Edi Susilo (WES) di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, dengan agenda masih keterangan para saksi, Kamis 03 Desember 2020.

Jaksa Penunut Umum (JPU), Indra Abdi Perkasa SH, Widya Hari Susanto SH dan Yoanes Kardinto SH mengahadirkan 4 orang saksi, satu diantaranya saksi ahli yakni Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari.

Saksi Nasrullah, sebagai kordinator keamanan, yakni mengkordinir masyarakat umum dan parkir serta pengamanan baik dari TNI- Polri yang hadir. Dia mengaku  bertugas mulai pukul 08.30 wib - 15.00 wib. Sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah tamu undangan telah hadir. Termasuk sampai dengan pukul 15.00 WIB.

''Yang saya lihat, semua tamu semuanya memakai masker dan cuci tangan,'' jelasnya.

Sementara sekitar pukul 20.30 WIB, saat dirinya bertugas kembali memang terlihat ada yang tidak memakai masker. Namun, oleh pihak panitia diminta menggunakan masker. Terlebih di hajatan bapak WES, cindera matanya yakni masker.

''Termasuk sampai dengan pukul 00.00 WIB, setahu saya acara orkes dangdut hajatan WES, tertib lancar dan aman,'' ujarnya.

Hal serupa dikatakan saksi kedua, atau panitia penerima tamu, Harlan. Dia menjelaskan bahwa semua tamu menggunakan prokes. Pada saat itu, Dinas Kesehatan juga ikut hadir.

''Saya menerima tamu mulai jam 07.00 WIB - 22.30 wib. Di lokasi hajatan juga ada ada pagar khusus untuk membatasi lokasi hiburan Orkes nya,'' paparnya.

Harlan juga menambahkan bahwa di luar area hajatan juga terdapat 18 jembung air untuk keperluan cuci tangan. Namun demikian, tidak semua pengunjung untuk cuci tangan semua.

''Ada yang cuci tangan ada yang tidak. Tapi kalau tamu undangan semua mematuhinya,'' bebernya.

Selain jembung air disediakan untuk tamu undangan, juga ada jembung khusus yang diperuntukan untuk umum. Demikian dengan belasan dus yang berisikan masker yang sengaja dibagikan.

Sementara saksi ketiga, Endar Suwarman yang merupakan Ketua RT setempat, juga mengaku kaget saat mendengar acara hajatan WES dinilai melanggar prokes. Sebab, setahu dirinya semua sudah sesuai prokes dan sudah ada izin.

''Demikian dengan tempat cuci tangan yang telah disediakan. Undangan semua pakai masker. Termasuk lokasi hajatan di desain luas. Karena untuk mengutamakan kesehatan,'' paparnya.

''Saya tidak mengeluarkan ijin. Namun, tugas RT hanyalah memberikan surat pengantar soal adanya hajatan,'' jelasnya.

Sedangkan saksi ahli dr Sri Primawati Indraswari, menjelaskan soal prokes covid-19. Dia juga menyebut sempat melakukan tracking secara acak usai hajatan dilangsungkan.

''Ada sekitar 99 orang, mulai dari keluarga, panitia, hingga tamu yang kami lakukan swab. Namun hasilnya negatif,'' jelasnya.

Prima juga menyebut pada saat hajatan yang digelar oleh terdakwa WES, Kota Tegal tidak dalam kondisi PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Sebab, di akhir September, PSBB yang pernah diterapkan Pemkot Tegal telah dicabut.

Sidang selanjutnya JPU akan menghadirkan saksi ahli lainnya. Diantaranya saksi ahli bahasa, dan ahli pidana.

Seperti diberitakan sebelumnya, WES Wakil DPRD Kota Tegal, dijerat dengan Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan junto Pasal 216 ayat (1) KUH Pidana junto Pasal 65 ayat (1) KUH Pidana. Karena menggelar konser dangdut yang menimbulkan kerumunan orang di saat pandemic covid-19.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita