Kamis, 03/12/2020, 15:59:46
Lagi, Akibat Hujan Lebat Jalan dan Jembatan Amblas
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Jalan utama penghubung Desa Cinanas amblas dan putus di jalur Dukuh Karangsengo. Jembatan penghubung Dukuh Gotong Desa Cibentang Kecamatan Banturkawung amblas pada bagian opritnya (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Jalan utama Desa Cinanas Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tewngah, putus akibat longsor dan amblas, Rabu 02 Desember 2020. Jalan tersebut menghubungkan Desa Cinanas dengan Dukuh Tegalmunding Desa Pruwatan Kecamatan Bumiayu, yang merupakan akses utama keluar masuk desa.

Titik longsor tepatnya di Dukuh Karangsengon, RT 03 RW 09 Desa Cinanas. Akibat jalan putus warga kesulitan akses transportasi sehingga berdampak tergangngunya perekokonomian warga setempat.

Kepala Desa Cinanas, Hensika Sindi Setiawan SPd mengatakan, akibat longsor badan jalan terputus. Jalan tidak dapat dilintasi kendaraan. Badan jalan yang berada di tebing sungai itu longsor dan amblas ke bawah.

"Badan jalan amblas ke dasar sungai dan jalan putus tidak dapat dilwati kendaraan," katanya.

Dikatakan, warga Desa Cinanas saat ini kesulitan akses jalan untuk keluar masuk desanya. Warga harus melewati jalan alternatif yang cukup jauh dan kondisinya juga kurang baik.

Perlu diketahui, wilayah Desa Cinanas merupakan kawasan perbukitan, jalan dan pemukiman penduduk berada di bawah perbukitan. Akibat hujan lebat dan intensitas yang tinggi mengakibat bencana longsornyajalan utma.

"Sebelum jlan mengalami longsor, sehari dan pada hari itu hujan lebat mulai pukul 15.00 hingga malam," kata Hensika.

Camat Bantarkawung, Drs Eko Supriyanto MSi membenarkan putusnya jalan Cinana tersebut akibat hujan lebat. Selain itu bencana akibat hujan deras juga terjadi di Desa Cibentang Kecamatan Bantarkawung. Jembatan Sungai Haur yang menghubungkan dengan Dukuh Gorong RT 05 RW 02 abrol pada bagian opritnya.

Salah satu oprit jembatan itu ambrol diterjang arus deras sungai. Jembatan putus dan kini dipasang rakitan bambu untuk lewat pejalan kaki.

"Warga bersama aparat dari kecamatan melakukan kerja bhakti membuat jembatan darurat dengan bambu untuk pejalan kaki," kata Eko.

Diperkirakan kerugian material akibat ambrolnya jembatan Sungai Haur mencapai Rp 100 juta. Peristiwa bencana tersebut telah dilaporkan ke Bupati Brebes melanjutkan laporan dari pemerintah desa.

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita