Rabu, 02/12/2020, 15:19:58
Antisipasi Lonjakan Libur Panjang, Dewi Aryani: Buat Posko Covid-19
LAPORAN SL. GAHARU

Anggoa DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan, DR. Hj. Dewi Aryani. (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Menghadapi libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, akan banyak masyarakat yang memanfaatkan untuk berlibur atau mudik. Untuk mengantisipasi itu, agar dibuat posko Covid-19, jangan hanya posko pemantau lalu lintas saja dari kepolisian.

Demikian dikatakan Anggota DPR RI Komisi IX, DR. Hj. Dewi Aryani, M.Si usai sosialisasi Pengawasan Obat dan Makanan di Rumah Aspirasi HD Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Rabu 02 Desember 2020.

“Pada libur panjang ini akan terjadi lonjakan arus mudik dan masyarakat yang melakukan perjalanan liburan,” tutur Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Untuk mengantisipasi, Dewi Aryani minta agar dibuat posko Covid-19 di jalur masuk keluar masuk Tegal atau Brebes. Seperti yang dilakukan perusahaan penerbangan, mereka meminta bukti dari rumah sakit bebas dari Covid-19.

“Berlakukan pengecekan surat hasil rapid test atau swab test di pintu keluar tol yang masuk ke wilayah Brebes dan Tegal, untuk antisipasi yang datang dari berbagai daerah lain terutama yang datang dari kota-kota zona merah,” tegasnya.

Memang berbiaya, lanjut Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah 9 (Kota/Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes) ini, tapi logikanya orang kalau liburan punya uang untuk rapid atau swab ke rumah sakit. Sehingga akan memastikan perjalanan liburanya tidak terpapar virus corona.

“Jadi kali ini untuk menghindari penyebaranya, penindakanya harus tegas. Karena semakin longgar pengawasanya, masyarakat akan semakin abai. Ini lebih berbahaya, dan biayanya akan menjadi besar kalau kasusnya semakin banyak,” pintanya.

Kepolisian dan Gugus Tugas Covid-19 bisa berdampingan, jadi kalau terjadi ada pendatang yang terpapar bisa langsung diantisipasi. Penempatan posko di semua titik seperti exit tol, pantura maupun rest area.

“Antisipasi apapun harus kita lakukan, agar jika melonjak lagi kasus positif Covid-19 kita tidak menyesal,” ujar Dewi  Aryani.

Lebih lanjut dikatakan, sekarang ini rumah sakit di Kota Tegal dan Brebes sudah sudah full occupancy. Bahkan di Kabupaten Tegal sudah menambah rumah sakit, begitu pula di Kabupaten Brebes.

Dan untuk berjaga-jaga lonjakan kasus Covid-19, Dewi Aryani minta pemerintah daerah menyiapkan tempat isolasi komunal bagi pasien tanpa gejala. Sehingga jika memang banyak yang harus isolasi, sudah ada tempat untuk menampung.

“Ketegasan diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan yang sudah semakin tidak terkendadi,” tandas Dewi Aryani.

Diketahui, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tegal per 01 Desember 2020: Positif 1295, Dirawat 24, Isolasi Mandiri 396, Sembuh 818, Meninggal 57. Kabupaten Tegal per 30 November 2020: Positif 1775, Dirawat 84, Isolasi Mandiri 199, Sembuh 1412, Meninggal 80. Kabupaten Brebes per 30 November 2020: Positif 1385, Dirawat 207, Isolasi Mandiri 207, Sembuh 760, Meninggal 74.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita