Selasa, 01/12/2020, 14:32:00
Sidang Lanjutan Kasus Wasmad, Saksi: Ijinya Hanya Orgen Tunggal
LAPORAN JOHARI

Jaksa Penuntut Umum menghadirkan delapan orang saksi pada lanjutan kasus konser dangdut di tengah pandemi Covid-19 dengan terdakwa Wasmad Edi Susilo di PN Tegal. (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Sidang lanjutan kasus konser dangdut di tengah pandemi Covid-19 dengan terdakwa Wasmad Edi Susilo (WES), Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, dengan agenda saksi-saksi, Selasa 01 Desember 2020.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Indra Abdi Perkasa SH, Widya Hari Sutanto SH dan Yoanes Kardinto SH menghadirkan delapan orang saksi, diantaranya dari Polri enam orang dan sipil dua orang.

Saksi pelapor Bripda Jimy mengatakan, sebelumnya ia mengatahui bakal ada orkes dangdut di lapangan Tegal Selatan melalui media sosial.

"Saya tahu dari medsos yang posternya akan ada orkes, bu hakim," kata Jimy.

Lebih lanjut kata Jimy, sekitar pukul 21.00 WIB, saat sedang patroli reskrim, melihat ada konser dangdut di lapangan, kemudian lapor ke atasan yakni Kasat Reskrim.

"Informasi saya lanjutkan ke atasan dan diminta untuk koordinasi dengan Polsek Tegal Selatan," ungkap Jimy.

Sedangkan saksi mantan Kapolsek Tegal Selatan Kompol Juharno, mengakui memberikan ijin, karena ijinya hanya orgen tunggal dan pengajian. Tapi karena fakta di lapangan ternyata orkes dengan panggung besar, maka ijin dicabut.

"Ijinnya orgen tunggal dan pengajian, bu hakim," ungkap Kompol Juharno.

Lebih lanjut kata Juharno, karena faknya tidak sesui ijin, akhirnya dia melalui anggota Intel memberitahu Wasmad bahwa surat ijin dicabut, dan minta konser dangdut dihentikan.

Namun Wasmad  saat itu mengatakan acara dangdut tidak bisa dihentikan, karena sudah tanggung banyak tamu. Dan konsukuensinya ditanggung sendiri tanpa melibatkan aparat kepolisian dan TNI.

"Informasi dari anggota, acara tidak bisa dibubarkan dan pak Wasmad siap menanggung konsukuensi dengan tidak melibatkan pihak manapun termasuk TNI dan Polri. Anggota yang melakukan pengamanan saya tarik, namun tetap dipantau," imbuh Juharno.

Sedangkan saksi-saksi anggota Polri lainnya membenarkan keterangan saksi. Sidang diketuai Toetik Ernawati SH, dengan anggota Puloko Hutagalung SH dan Fatarony SH.

Seperti diberitakan sebelumnya, WES dijadikan terdakwa karena menggelar konser dangdut di masa pandemi Covid-19, Rabu 23 September 2020 lalu. WES didakwa melanggar UU Kekarantinaan.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita