Selasa, 01/12/2020, 12:24:08
Kasus Covid-19 Melonjak, Dewi Aryani: Rakyat Bisa Ambyar Jika....
LAPORAN SL. GAHARU

Test swab massal ratusan pedagang di Pasar Suradadi Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu. (Foto: Dok/Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Melihat kasus positif Covid-19 di Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang meningkat tajam, seluruh kepala daerah di tiga wilayah yang statusnya zona merah itu, agar lebih serius dalam menangani penyebaran virus corona itu.

Hal itu ditegaskan Anggota DPR RI Komisi IX, DR. Hj. Dewi Aryani, M.Si dari Dapil Jawa Tengah IX yang meliputi Kota dan Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes ini, Selasa 01 Desember 2020.

“Beberapa rumah sakit dikabarkan sudah full occupancy. Jika ini tidak ditangani dengan serius, rakyat bisa ambyar karena penyebaran semakin tidak terkendali,” kata Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, beberapa langkah tegas harus di berlakukan segera untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, diantaranya adalah sesegera mungkin menyediakan gedung khusus untuk isolasi komunal bagi pasien tanpa gejala.

“Ini sudah saya ingatkan sejak bulan Maret-April, bahwa di Kabupaten Tegal dimana Gedung Korpri sempat di tutup malah digunakan untuk hajatan. Maka harus segera dibuka lagi untuk isolasi bagi orang tanpa gejala, mengingat cluster keluarga yang terpapar virus corona makin meningkat,” tuturnya.

Dewi Aryani mengingatkan, untuk antisipasi lonjakan kasus tidak bisa diabaikan. Beberapa langkah tegas harus di berlakukan segera untuk memutus rantai penyebaran covid19, diantaranya adalah sesegera mungkin menyediakan gedung khusus untuk isolasi komunal bagi pasien tanpa gejala.

“Jumlah masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 semakin hari semakin meningkat. Lonjakan kasus ini tidak bisa diabaikan, harus ada tindakan agar penyebaran bisa dikendalikan,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Dewi Aryani, isolasi mandiri di rumah terbukti tidak cukup efektif, karena rumah-rumah rakyat banyak yang tidak layak sebagai tempat isolasi maka penyebaran di lingkungan keluarga justru meningkat.

“Itu karena mereka tidak terpantau tenaga kesehatan, sehingga kondisinya tidak bisa diprediksi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Dewi Aryani, program Gubernur Jawa Tengah yakni ‘Jogo Tonggo’ harus secara serius di berlakukan di lingkungan RT. Kampanye menggunakan masker di galakkan lagi. Ijin menyelenggarakan hajatan supaya dihentikan.

Perusahaan-perusahaan, perkantoran hingga pabrik yang memiliki karyawan padat karya, di wajibkan melakukan rapid test secara berkala untuk karyawannya. Hal itu untuk mengantisipasi kondisi semua karyawan, sehingga meminimalisasi penyebaran Covid-19 di pabrik-pabrik dan perkantoran.

“Mall, resto dan tempat keramaian dibatasi jam operasionalnya, dan Satgas Covid-19 juga harus melakukan patroli secara rutin di semua wilayah. Berikan tindakan tegas bagi para pelanggar,” tandas Dewi Aryani.

Diketahui, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tegal per 01 Desember 2020: Positif 1295, Dirawat 24, Isolasi Mandiri 396, Sembuh 818, Meninggal 57. Kabupaten Tegal per 30 November 2020: Positif 1775, Dirawat 84, Isolasi Mandiri 199, Sembuh 1412, Meninggal 80. Kabupaten Brebes per 30 November 2020: Positif 1385, Dirawat 207, Isolasi Mandiri 207, Sembuh 760, Meninggal 74.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita