Rabu, 28/10/2020, 17:32:59
Hari Sumpah Pemuda, Dewi Aryani: Maknai Dengan Lebih Berarti
LAPORAN SL. GAHARU

Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani memberi semangat juang kepada pada pemuda saat peluncuran program usaha ekonomi kerakyatan dan memperingati Hari Sumpah Pemuda. (Foto-Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Bersamaan dengan peluncuran program usaha ekonomi kerakyatan, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Hj. Dewi Aryani, M.Si sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 92 tahun, di Pendopo Rumah Aspirasi Dewi Aryani di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu 28 Oktober 2020 pukul 09.30 WIB.

“Pada hari ini, mari kita maknai Sumpah Pemuda ini dengan lebih berarti. Ini hanya satu hari dalam satu tahun. Walaupun harapa saya, spirit Sumpah Pemuda itu ada setiap hari,” kata Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Selain 60 undangan diantaranya 30 peminat pertama program usaha, hadir juga dari PT Tanne Makmur Sejahtera dan owner PT. Gendis Gemilang Sejahtera, Dian Kresna. Ketua Departemen Perempuan PDI Perjuangan Kabupaten Tegal, serta Dosen Universitas Muhamadiayah Magelang, Lilik Andriyani.

“Bu Lilik Andriyani jauh-jauh sengaja datang untuk memperingat Hari Sumpah Pemuda disini. Bu Lilik ini adalah salah satu yang memberi apresiasi terhadap apa yang akan saya lalukan untuk membantu masyarakat,” tutur Dewi Aryani.

Dalam sambutanya tentang peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, Dewi Aryani menceriterakan banyak teman yang mengirimkan ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda yang ke 92 di media sosial (Medsos). Pada kesempatan itu, dia tanyanan; anda menulis ucapan selamat itu, tapi hari ini yang anda lakukan apa?.

“Itu yang saya tanya. Apa hanya di rumah leyeh-leyeh, apa hari ini belum mandi, atau mungkin lagi bersepeda atau lagi bicara dengan petani, lagi nongkrong di pelabuhan nunggu nelayan. Apa yang dilakukan hari ini, itu yang jadi pertanyaan,” ungkap Dewi Aryani.

Dari banyak pertanyaan itu, menurut Politisi PDI Pejuangan dari Dapil Jawa Tengah IX yang meliputi Kota dan Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes ini rata-rata jawabanya sedang santai di rumah. Tidak berbuat apa-apa. Lalu arti dari ucapan itu apa?

“Jadi hari ini, dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, saya akan memberi contoh nyata kepada anak-anak muda, usia-usia milenial, jangan pernah berhenti untuk berbuat sesuatu, sekecil apapun itu,” tegasnya.

Hari Sumpah Pemuda hari ini, lanjut Dewi Aryani, apabila para pemuda tidak ada kegiatan yang lain, berbuatlah hal yang paling kecil yang bisa dilakukan. Misalnya, bersih-bersih di lingkungan sendiri. Tidak usah satu RT, satu kelompok membersihkan lima rumah, itu sudah sesuatu yang berarti. Dari pada hanya bermalas-malasan di rumah.

Sebab kata Dewi Aryani, duduk di rumah leyeh-leyeh bisa dilakukan setiap hari. Pada hari ini, mari maknai Sumpah Pemuda ini dengan lebih berarti. Ini hanya satu hari dalam satu tahun. Walaupun harapanya, spirit Sumpah Pemuda itu ada setiap hari. Tapi kalau pada setiap tanggal 28 Oktober saja tidak melakukan apa-apa, hari yang lain apa yang dilakukan.

“Hari ini, saya dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, mengambil tema “Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan”. Tema itu saya pilih, karena saat ini sudah hampir satu tahun, Indonesia dan negara-negara lain sedang mengalami kemerosotan ekonomi yang sangat tajam.

Kenapa dibilang kemerosotan, karena Dewi Aryani tidak mau mengatakan ekonomi tidak mau tumbuh. Dia tidak mau mengatakan ekonomi Indonesia menurun. Jadi lebih tepat dibilang merosot.

“Sebab kalau merosot, munggahé maning gampang. Tapi nék wis mudun, munggah maningé angél. Kalau merosot, itu cuma melorot. Melorot kalau ditarik, munggah maning, naik lagi,” ujarnya.

Dikatakan Dewi Aryani, kemerosotan ekonomi ini terjadi sebetulnya paling tinggi faktanya itu tidak di Indonesia. Jika ada yang bombastis, mengatakan bahwa Indonesia kritis ekonominya tajam itu tidak benar.

Dipastikannya, di dunia negara yang paling eksis soal ekonomi itu Indonesia. Karena sektor pertanian dan perikanan yang menjadi sumber penghidupan manusia, hanya ada lengkap di negara Indinesia. Karenanya, krisis pangan tidak akan terjadi di Indonesia.

“Kalau krisis mental, ya. Kita sedang mengalami krisis mental. Buktinya, hoax dimana-mana. Adu domba dimana-mana,” ucapnya.

Karenanya, pada hari ini, Dewi Aryani bekerjasama dengan dua perusahaan meluncurkan program usaha kecil. Yaitu dengan menghadirkan usaha ayam goreng dan minuman. Ini usaha kuliner makanan rakyat yang murah meriah, diolah lagi menjadi enak, lebih higienis, lebih sehat yang diolah dengan menggunakan bahan-bahan yang tidak berbahaya.

“Ini menjadi salah satu proses saya memberi edukasi kepada masyarakat, untuk mempunyai usaha. Terutama untuk anak-anak muda untuk mempunyai daya juang yang tinggi untuk berusaha,” tegasnya.

Ditambahkan Dewi Aryani, program usaha yang hari ini diluncurkan, bisa dimiliki dan dikelola oleh perorangan, kelompok, koperasi hingga BUMDes. Konsepnya dari yang paling simpel berupa gerobak sampai outlet kecil hingga restoran.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita