Selasa, 27/10/2020, 16:53:29
Fikri Faqih: Banyak Siswa Belum Menikmati Bantuan Kuota Internet
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Wakil Ketua Komisi DPR RI Abdul Fikri Faqih (nomor 2 dari kiri) saat menghadiri acara Bintek pengenalan dan promosi wisata minat khusus dengan penerapan protokol CHSE pada sektor pariwisata dan kebudayaan dan ekonomi kreatif, di Hotel Anggraeni Bumiayu (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Wakil Ketua Komis X DPR RI Dr Abdul Fikri Faqih menilai bantuan kuota internet yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19 ini dinilai banyak kekurangannya.

Menurut Fikri, meskipun bantuan tersebut membantu menunjang pembelian internet yang mahal, tetapi masih banyak masyarakat terutama di daerah yang tidak bisa menikmatinya.

"Meskipun ada bantuan dari pemerintah, tetapi khususnya di daerah-daerah, banyak anak-anak kelurga miskin yang tidak bisa menikmati bantuan kuota karena masih banyak anak-anak yang tidak memiliki perangkat untuk menikmati (bantuan) ini," ungkapnya usai membuka kegiatan Bintek pengenalan dan promosi wisata minat khusus dengan penerapan protokol CHSE pada sektor pariwisata dan kebudayaan dan ekonomi kreatif, di Hotel Anggraeni Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 27 Oktober 2020.

Ia mencontohkan, di daerah banyak anak yang tidak memiliki gawai atau HP. Atau dalam satu keluarga itu hanya ada satu atau dua gawai dan anaknya harus bergantian, sehingga otomatis yang sperti itu tidak dapat menerima bantuan kuota.

"Belum lagi, di daerah juga ada yang belum terjangkau internet, termasuk di pulau Jawa apa lagi di luar pulau Jawa," ungkap Fikri.

Ditambahkan, nilai bantuan kuota yang dianggarkan pemerintah mencapai Rp 7,2 Trilyun, untuk seluruh siswa dari PAUD sampai perguruan tinggi, termasuk guru dan dosennya. Jumlah siswanya mencapai 68 juta.

"Dari jumlah tersebut masih ada sekitar 43 juta yang belum menerima bantuan kuota," ujarnya.

Fikri juga mengungkapkan, bantuan kuota tersebut ada dua macam, yakni kuota belajar dan kuota umum.

"Kuota belajar juga berpotensi mubazir karena ada banyak anak yang mendapat kuota tidak bisa menggunakannya. Hal ini sangat mubazir, maka kami harap ini jadi evaluasi untuk semua," ucapnya.

Perlu diketahui, Kemendikbud sebelumnya menyebut telah menyalurkan bantuan kuota gratis internet tahap 1 dan 2 di bulan September 2020 kepada 28,5 juta nomor telepon selular (ponsel) guru, siswa, mahasiswa, dan dosen di seluruh Indonesia.

Bahkan bulan ini, Kemendikbud menyalurkan kembali bantuan kuota gratis internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen. Bantuan dikirimkan sebanyak 7,2 juta paket kuota internet tambahan pada Kamis 22 Oktober 2020 lalu.

"Bantuan yang dikirimkan hari Kamis dan Jumat merupakan bantuan kuota data tahap 1 di bulan Oktober, sedangkan bantuan kuota data tahap 2 akan dikirimkan pada 28 – 30 Oktober 2020," ucap Plt Kapusdatin Kemendikbud, Hasan Chabibie seperti dipublikasikan di laman Kemendikbud.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita