Senin, 26/10/2020, 22:46:18
Kasus Penyiraman Bensin PKL ke Anggota Satpol PP Berakhir Damai
LAPORAN JOHARI

Yuli (PKL) dan Uhanda (Satpol PP) berdamai disaksikan Kasat Reskrim AKP Syuaib Abdullah

PanturaNews (Tegal) – Kasus penyiraman bensin pedagang kaki lima (PKL) kepada petugas Satpol PP, di Alun-alun Kota Tegal, Jawa Tengah, yang videonya viral di media sosial dengan judul ‘enam personil satpol PP mengeroyok seorang PKL’  akhirnya sepakat berdamai, di Mapolres Tegal Kota, Senin 26 Oktober 2020.

Dengan mediator Kasat Reskrim AKP Syuaib Abdullah, akhirnya Uhandi anggota Satpol PP dan seorang PKL Yuli (38) menyatakan saling memaafkan dan tidak akan melanjutkan ke kasus hukum.

Uhandi mengatakan, video yang viral di medsos itu sebenarnya bukan pengeroyokan namun ia dan teman-temannya berusaha mengamankan korek api yang dipegang PKL, karena Yuli menyiramkan bensin ke gerobak bahkan mengenai bajunya. Kwatair terjadi apa-apa, maka anggota Satpol PP berusaha mengambil korek yang dipegangnya.

“Ya hanya miskomunikasi aja. Barusan setelah diselesaikan bersama Pak Kasat Reskrim sudah selesai. Jadi intinya miskomunikasi saja. Dan sudah saling memaafkan,” kata Uhandi.

Menurutnya, usai kejadian itu ia sempat mengadu ke kepolisian, terkait penyiraman bensin terhadap dirinya. Hal itu salah satunya untuk meluruskan kabar yang sempat menyudutkan Satpol PP. “ Kami memang datang Ke Polres, untuk  mengadu atau konsultasi,  hal itu untuk mengantisipasi barangkali ada tuntutan dari ibu YUli, karena vidionya viral,” imbuhnya

Sementara Yuli (38) sendiri mengaku tidak sengaja menyiram anggota Satpol PP. “Kalau sengaja mau menyiram (Satpol PP) tidak. Hanya spontanitas. Kalau bensin saya ambil dari sebelah ada pedagang bensin,” kata Yuli.

Aksi spontanitas itu, menurut Yuli karena ia merasa emosi karena selalu ditertibkan ketika berjualan di kawasan Alun-alun. “ Itu emosi sesaat, karena berulang-ulang (ditertibkan) jadi puncaknya itu (penyiraman bensin),” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Syuaib Abdullah membenarkan sebelumnya Uhandi anggota Satpol PP konsultasi terkait penyiraman bensin yang dilakukan oleh seorang ibu PKL. Namun ia berusaha mendamaikan, karena setelah keduanya bertemu ternyata ada miskomunikasi antara bu Yuli dengan anggota Satpol PP, akhirnya laporannya dicabut. “Karena terjadi miskomunikasi, kami berusaha untuk mendamaikan dan mereka sepakat untuk damai,” ungkap Syuaib.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita