Senin, 19/10/2020, 22:51:56
Klaster Dangdut Tidak Terbukti, Hasil Swab 99 Orang Negatif
LAPORAN JOHARI

Wasmad Edi Susilo SH

PanturaNews (Tegal) – Kekwatiran masyarakat munculnya ‘Klaster Dangdut’ pasca digelarnya konser dangdut saat acara hajatan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo di lapangan Tegal Selatan, Rabu 23 September 2020 yang lalu, yang sempat viral akhirnya terjawab.

Setelah 99 orang dianaranya keluarga, panitia dan tamu yang terlibat dalam hajatan tersebut, setelah dilakukan rapid tes dan swab, hasilnya non reaktif dan negative.  

“Alhamdulillah informasi dari Kadinkes Kota Tegal, dari 99 orang yang menjalani rapid tes dan swab, hasilnya non rekatif dan negative. Ini artinya klaster dangdut tidak terbukti ,” kata Wasmad kepada awak media di ruang kerjanya, Senin 19 Oktober 2020.   

Menurut Wasmad, dengan hsilnya yang menggembirakan itu diharapkan mampu meredam keresahan masyarakat. “Saya bersyukur sekali, tidak ada satupun anggota keluarga, panitia maupun tamu yang positif. Karena protocol kesehatan (Prokes) kami lakukan, bahkan salaman pun tidak menyentuh,” imbuhnya.

Lebih lanjut kata Wasmad, dua hari setelah hajatan meminta kepada dinas kesehatan agar ada swab massal dimulai dari keluarga sebanyak 6 orang. Kami sengaja meminta adanya tes karena masyarakat pastinya cemas sebab diduga ada potensi klaster baru. Tahap kedua, 42 orang yang sebagian sebagai panitia dan tamu undangan. Selanjutnya, tahap ketiga dari tamu yang diundang

"Sehingga total yang dilakukan tes oleh dinas kesehatan sebanyak 99 orang," jelasnya.

Sedangkan untuk persoalan hukum, Wasmad menegaskan pihaknya proaktif mengikuti semua proses. Sebab, sebagai warga negara yang baik harus taat kepada hukum.

"Sejauh ini pelimpahan berkas tahap 1 dari Polda Jateng ke Kejati. Nanti akan diikuti dari Kejati ke Kejari. Kami proaktif menghormati proses itu karena kami warga negara yang taat hukum. Kami berharap agar secepatnya selesai," tandasnya.

Terkait pasal yang menjeratnya yakni Pasal 93 UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman satu tahun penjara. Ia berharap, bisa diputus tidak bersalah oleh pengadilan. Hasil tes massal negatif COVID-19 bisa menjadi pertimbangan hakim yang menangani nantinya. “Ya mudah mudah-mudahan (diputus tidak bersalah),”pungkasnya.

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita