Minggu, 18/10/2020, 12:31:26
Dewi Aryani: Bekerja di Luar Negeri Harus Prosedural Jika Ingin Aman
LAPORAN SL. GAHARU

Pada kegiatan reses anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani bersama BP2MI sosialisasi dengan tema Peluang Kerja di Luar Negeri dan Migrasi Aman. (Foto: Dok/Tim DeAr)

PanturaNews (Tegal) - Jika ingin menjadi pekerja migran di luar negeri, masyarakat harus menempuh jalan yang secara prosedural. Jangan menjadi pekerja migran non prosedural atau tidak resmi.

Hal itu ditegaskan ini anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani, M.Si saat menggelar reses dan sosialisasi di hadapan ratusan peserta, di Rumah Aspirasi Dewi Aryani Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu 18 Oktober 2020.

Sosialisasi bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dengan tema Peluang Kerja di Luar Negeri dan Migrasi Aman, dihadiri 200 peserta yang dibagi dalam 2 jadwal, yakni tanggal 18 dan 19 Oktober 2020.

“Selama ini sebagian besar pekerja migran yang mengalami masalah, karena mereka berangkat melalui calo dan secara tidak prosedural dan biasanya mereka yang bekerja di rumah atau domestic worker. Sedangkan yang bekerja di perusahaan yang berbadan hukum tidak bermasalah,” ujar Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Ditakakan Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX yang meliputi Kota dan Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes ini, kegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan diantaranya pengecekan suhu badan, cuci tangan pakai sabun, dan rapid test untuk semua peserta sebelum mengikuti kegiatan reses dan sosialisasi.

"Mereka para calo atau sponsor memberikan iming-iming dan janji-janji yang bagus saja. Tidak peduli terhadap risiko dan masalahnya. Ini yang harus menjadi perhatian BP2MI, agar secara ketat memonitor dan melakukan seleksi perekrutan penyalur," pinta Dewi Aryani.

Selain itu, Dewi Aryani mengingatkan para pencari kerja agar bersemangat untuk meningkatkan kompetensi yang mereka miliki. Kompetensi terutama bahasa asing dan skill teknis yang akan menjadi nilai tambah untuk dapat meraih peluang. Jika sudah bekerja ke luar negeri dan mengumpulkan tabungan yang cukup besar itu mestinya dibawa ke kampung halaman, untuk membangun daerah menjadi lebih baik.

“Dana di kelola untuk usaha mandiri, sehingga selain menghasilkan keuntungan juga membantu pemerintah mengurangi pengangguran,” pungkas Dewi Aryani.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita