Sabtu, 17/10/2020, 11:23:47
Dewi Aryani: Remaja Berkualitas Jadi Fondasi Kemajuan Bangsa
LAPORAN SL. GAHARU

Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani menggelar sosialisasi bersama BKKBN pusat, provinsi dan kabupaten di hadapan puluhan remaja dan pemuda pemudi di Rumah Aspirasi Dewi Aryani Desa Sidoharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. (Foto: Dok/Tim DeAr)

PanturaNews (Tegal) - Setelah menggelar Rapid Tets bagi ratusan warga, dalam masa reses kali ini anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani, M.Si kembali melaksanakan sosialisasi bersama BKKBN pusat, provinsi dan kabupaten di hadapan puluhan remaja dan pemuda pemudi di Kabupaten Tegal.

Sosialisasi dilaksanakan di Rumah Aspirasi Dewi Aryani Desa Sidoharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 17 Oktober 2020.

“Perjuangan bonus demografi akan berhasil membawa Indonesia pada kemajuan, apabila memenuhi prasyarat yang diperlukan. Yaitu, remaja yang sehat dan berkualitas, sehingga pada saatnya remaja mampu berkontribusi sebagai generasi yang produktif,” ujar Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX yang meliputi Kota dan Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes ini mengatakan, namun untuk memanfaatkan bonus demografi terdapat sejumlah tantangan dari berbagai aspek.

Tantangan itu, tutur Dewi Aryani, mulai dari pendidikan masyarakat, tingkat kesehatan, dan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja yang masih rendah.

“BKKBN sebagai salah satu instansi yang berpartisipasi aktif dalam pembinaan remaja, harus secara serius berupaya memaksimalkan bonus demografi dengan cara mengembangkan kualitas pribadi remaja. Remaja berkualitas akan menjadi fondasi kekuatan dan kemajuan bangsa ke depan,” tandas Dewi.

Menurut Dewi Aryani, ada lima transisi remaja yang harus di tampung yaitu melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan, memulai kehidupan berkeluarga, menjadi anggota masyarakat, dan mempraktekkan hidup sehat.

Dewi Aryani menekankan, bahwa program BKKBN harus dikembangkan sesuai kondisi terkini dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan, berkarir, kerja, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Ditambahkan, bahwa BKKBN bersama semua elemen masyarakat sdh semestinya bahu membahu menyiapkan pribadi para remaja yang matang dalam membangun keluarga yang harmonis, memantapkan perencanaan dalam menata kehidupan untuk keharmonisan keluarga, melalui Pendewasaan Usia Perkawian (PUP), 21 tahun minimal bagi wanita dan 25 tahun bagi pria.

“Peran orang tua juga penting dalam turut mengawasi dan mengarahkan anak-anak usia remaja, untuk berhati-hati juga dalam pergaulan,” pungkas Dewi Aryani.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita