Sabtu, 17/10/2020, 07:29:42
Jurang Resesi Membahayakan Masyarakat
Oleh: Wahyu Adi Pamungkas

Wahyu Adi Pamungkas, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Jawa Tengah

Indonesia optimis masuk dalam jurang resesi. Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan pada kuartal III-2020 Indonesia akan mengalami penurunan ekonomi sebesar -2,9% hingga -1%.

Sedangkan pada kuartal II-2020, Indonesia mengalami penurunan ekonomi sebesar -5,32%. Resesi terjadi apabila pertumbuhan ekonomi menurun secara dua kuartal berturut-turut.

Di tengah terjadinya pandemi Ccovid-19 dan penurunan pertumbuhan perekonomian juga berimbas pada masyarakat di Indonesia. Tak bisa dihindari pengangguran semakin bertambah banyak. Tidak heran apabila resesi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pengangguran itu terjadi.

Rosan Roeslani selaku Ketua Kamar Dagang dan Industri menyebutkan, bahwa tingkat pengangguran untuk sekarang kurang lebih 7 juta orang dan akan bertambah sebanyak lebih dari 5 juta orang.

Aktivitas berbagai sektor usaha pun mengalami suatu masalah, karena kemampuan produksi dari suatu usaha akan mengalami penurunan dan secara terpaksa melakukan PHK terhadap  karyawanya untuk mempertahankan usaha  dikala pandemi seperti ini. PHK yang sudah terjadi pada awal pandemi Covid-19 di Indonesia akan terus berlanjut apabila tingkat perekonomian menurun terus menerus.

Pengangguran juga dapat menyebabkan penurunan daya beli masyarakat karena tidak adanya pemasukan dan belum adanya pekerjaan. Padahal kebutuhan dikala pandemi seperti ini sangat dibutuhkan mulai dari kebutuhan pangan, sekolah, sewa rumah bahkan cicilan kendaraan.

Ekonom Insitute for Development of Economics and Finance Bhima Yudhistira, menyebutkan bahwa dampak resesi juga menyebabkan nilai tukar mengalami penurunan dan menyebabkan harga barang dapat melonjak tinggi. Sehingga masyarakat perlu mempersiapkan dana untuk kebutuhan penting yaitu pangan dan kesehatan.

Resesi juga berdampak pada masalah sosial seperti kemiskinan dan kriminalitas yang ada di Indonesia serta diprediksi akan meningkat. Karena lapangan pekerjaan berkurang dan pendapatan menurun, maka masyarakat akan masuk dalam kategori miskin dan ketika mulai bertambahnya masyarakat miskin akan menyebabkan tingkat kriminalitas menjadi tinggi demi memenuhi kebutuhan hidup.

Sektor pendidikan pun juga terkena dampak dari resesi tersebut yaitu berkurangnya lulusan SMA yang melanjutkan pendidikan lebih tinggi atau tingkat universitas, dikarenakan terkendala biaya untuk perkuliahan dan lebih mengutamkan untuk kebutuhan hidup.

Pemerintah mulai memutar otak untuk mengatasi resesi yang akan terjadi di Indonesia. Dengan adanya masalah ekonomi seperti sekarang ini, pemerintah memberikan stimulus untuk berbagai sektor demi terjadinya peningkatan perekonomian. Selain itu pemerintah juga memberikan berbagai program bantuan untuk masyarakat. Berikut beberapa program yang sedang dijalankan oleh pemerintah:

Yang pertama, kartu prakerja merupakan program pengembangan kompentensi kerja untuk masyarakat yang membutuhkan, peningkatan kompentensi kerja khususnya WNI yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak mengenyam pendidikan formal. Diharapkan bagi yang menerima bantuan program ini agar dimanfaatkan untuk melatih keahlian kerja agar siap dalam dunia kerja.

Yang kedua, memberikan bantuan tunai langsung kepada pelaku usaha mikro untuk meningkatkan usahanya dan dapat bertahan ketika masa pandemi dan resesi yang akan terjadi di Indonesia. Adapun berbagai syarat yang harus dipenuhi ketika ingin mendaftar dalam program tersebut.

Yang ketiga, program Keluarga Harapan yaitu bantuan untuk keluarga miskin. Diberikan kepada 10 juta keluarga termiskin atau 40 juta orang termiskin dengan range yang beragam dengan kisaran Rp. 600 ribu sampai Rp. 1,2 juta.

Jika Indonesia terus mengalami krisis dalam sektor ekonomi seperti ini, maka kejadian krisis ekonomi pada tahun 1998 akan terulang kembali, bahkan bisa lebih parah serta akan muncul berbagai masalah seperti kemiskinan yang akan bertambah banyak dan tingkat kriminalitas yang tinggi, dikarenakan sulitnya memenuhi kebutuhan hidup bagi masyarakat miskin.

Disini peran pemerintah sangat penting dalam menangani masalah ekonomi yang terjadi mulai dari pemberian stimulus untuk berbagai sektor serta memberikan program bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Diharapkan untuk kedepannya pemerintah dapat lebih membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat bertahan pada masa pandemi dan resesi yang akan terjadi di Indonesia.  

Peran masyarakat pun sangat penting untuk meningkatkan perekonomian Indonesia dengan membuat suatu inovasi bisnis dimasa yang sedang sulit ini dan dapat menyerap tenaga kerja serta memberikan penghasilan untuk masyarakat yang membutuhkan.

(Wahyu Adi Pamungkas adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita