Kamis, 15/10/2020, 16:44:45
Polres Brebes Ungkap Kasus Pembunuhan dan Peredaran Upal
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Barang bukti pelaku pembunuhan disita polisi. Kapolres Brebes, menginterogasi pelaku kejahatan. Barang bukti uang palsu dalam amplop (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Jajaran Resmob Satuan Reskrim Polres Brebes, Jawa Tengah, berhasil mengungkap dua kasus tindakan kriminal. Yakni kasus pembunuhan dan peredaran uang palsu (upal) yang terjadi di wilayah hukumnya.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto mengakatan, untuk kasus pembunuhan, jajarannya
berhasil meringkus tujuh daro delapan pelaku.

Mereka melakukan pembunuhan terhadap Rangga Putra Dewa alias Baging (18). Korban adalah seorang anak punk asal warga Dusun 1 Desa Pecangakan RT 03 RW 01, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang.

"Tujuh dari delapan pelaku pembunuhan ini sebenarnya juga teman korban sesama anak punk. Masing-masing adalah Yolandi Sutomo, Ade, Arif, Azis, Firsta Yoga dan Agus Cahyono serta Victor Sinaga.

Sementara satu pelaku pembunuhan lainnya, yakni Ferdiansyah alias Ipang masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," ujar Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto SiK MHP dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis 15 Oktober 2020.

Selain berhasil menangkap para pelaku, kata Gatot, dari tujuh pelaku yang sudah mendekam dalan rumah tahanan Polres Brebes ini, juga berhasil menyita beberapa barang bukti.

Di antaranya 1 unit sepeda.motor, 2 buah gasper, 1 buah hp Asus,  jaket warna hitam dan 1 buah celana hitam turut diamankan.

Adapun, lanjut Gatot kronologi kasus pembunuhan berhasil di ungkap berawal adanya laporan sekitar pukul 10.30, Selasa 6 Oktober lalu. Dimana, ditemukan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di Sungai Cibuniwangi, Desa Luwuggede, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes.

Atas laporan tersebut, Tim Inafis.Polres Brebes langsung mendatangi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Berdasarkan hasil visum Dokter Puskesmas Luwunggede ditemukan luka sobek pada bagian belakang sebelah kiri. Dengan demikian diperkirakan korban yang ternyata adalah Rangga Putra Dewa alias Baging, tewas diduga akibat dibunuh," beber Gatot.

Setelah dilakukan penyelidikan, di dapat informasi bahwa pelaku merupakan teman korban. Salah satu tersangka mengaku membantu membunuh korban karena mengganggu pacar Ferdiansyah alias Ipang (DPO-red).

Usai membunuh, para tersangka kemudian membuang mayat korban ke Sungai Cibuniwangi. Hingg akhirnya, kasus ini berhasil diungkap dan para pelaku ditahan.

"Para tersangka ini dikenakan ancaman Pasal 338 KUHP dan Pasal 170 ayat 3 KUHP, dengan hukuman pidana penjara selama-lamanya 15 tahun," kata Gatot didampimgi Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Agus Supriyadi SH SIK.

Adapun, imbuh Gatot, jajaran kepolisiannya berhasil mengungkap peredaran uang palsu (upal) saat bawahannya melakukan patroli keliling di wilayah hukumnya.

Para pelaku pengedar uang palsu ini berhasil diringkus di Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, kemarin. Dari tangan pelaku itu, sebanyak 4.973 lembar uang palsu dengan pecahan Rp 100.000 yang siap edar diamankan polisi.

Komplotan beranggotakan tiga orang itu, ditangkap di depan sebuah minimarket di Kecamatan Songgom, Brebes. Ketiga pelaku adalah Riharjo, Kustari dan Slamet Riyadi, kesemuanya warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto mengatakan, kasus itu terbongkar berawal dari patroli rutin yang dilaksanakan jajaran Polsek Songgom. Namun saat petugas berpatroli, curiga terhadap keberadaan mobil sedan Toyota Vios berwarna silver, yang berhenti di halaman sebuah minimarket.

Dari dalam mobil itu keluar tiga orang. Lantaran curiga, petugas kemudian menghampiri dan memeriksa identitas serta barang bawaannya.

"Saat memeriksa di dalam bagasi mobil, petugas kami mendapatkan tumpukan uang yang diduga palsu tersimpan dalam dus. Mendapati ini pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Brebes bersama barang bukti," tutur Gatot.

Dari hasil pemeriksaan tim Bank Indonesia Tegal, ungkap dia, uang pecahan Rp 100.000 yang dibawa pelaku itu palsu. Sementara dari hasil penggembangan, diketahui uang palsu yang dibawa pelaku itu diperoleh dari wilayah Solo.

Mereka rencananya akan mengantarkan uang palsu tersebut ke seseorang yang sudah memesan, dan akan bertemu di Brebes. Orang yang akan ditemuinya itu, sesuai pengakuan para pelaku berasal dari Semarang.

"Jadi, para pelaku ini bertugas mengedarkan uang palsu ini. Mereka akan mendapatkan imbalan Rp 2,5 juta untuk mengedarkan uang palsu senilai Rp 100 juta, dari pelaku utama yang membuat," terangnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, modus yang dilakukan pelaku itu, dengan mengedarkan terhadap orang yang menjadi target, atau orang yang sudah memesan uang palsu tersebut. Setelah uang palsu sampai di target, mereka baru akan mendapatkan imbalan dari pelaku utama yang membuat uang palsu tersebut.

"Alhamdulilah, sebelum uang palsu ini diedarkan, anggoat kami berhasil meringkus pelaku," tandasnya.

Atas perbuatannya itu, sambung dia, pelaku diancam pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Mereka jteracam hukuman kurungan maksimal 15 tahun penjara.

"Kami saat ini masih terus mengembangkan kasus ini. Kami yakin mereka mempunyai jaringan," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, M Taufik Amrozy menjelaskan, dari hasil pemeriksaan timnya, uang yang dibawa pelaku tersebut palsu.

Itu terlihat dari ciri-ciri uang asli yang tidak terdapat di lembaran uang tersebut. Di antaranya, tanda air yang tidak berpendar, kalau diraba tidak kasar, mikro teks dalam uang yang tidak bisa dibaca.

"Ada beberapa unsur ciri-ciri khas uang yang tidak ditemukan, sehingga kami nyatakan uang ini tidak asli," terangnya.

Sementara salah seorang pelaku Riharjo di depan penyidik mengaku, uang palsu itu didapat dari teman, dan dirinya hanya diminta untuk mengantarkan kepada orang yang sudah memesannya. Dari kerja itu, nantinya setelah ada orang yang mengambil di wilayah Cirebon, ia dan teman-teman akan mendapat imbalan Rp 12,5 juta.

"Total uang yang dibawa nilainya Rp 500 juta. Saya janjian dengan orang yang memesan bertemu di sebuah SPUB di wilayah Cirebon. Dari mengantar ini saya akan diberi imbalan Rp 12,5 juta," pungkasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita