Rabu, 14/10/2020, 20:37:30
Ada Replika Manusia Purba Tertua di Museum Buton
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Replika manusia purba ada di Museum Mini Buton. Display alur cerita, disain presentasi informasi, dan disain penataan ruang koleksi sejarah di Buton (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran melakukan penataan dan display koleksi fosil serta penambahan fasilitas di Museum Mini Purbakala Bumiayu Tonjong (Buton) Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu 14 Oktober 2020. Museum mini Buton ini juga telah memiliki replika manusia purba dan replika lainnya.

Penataan dan penambahan display replika manusia purba ini dibuat setelah ditemukannya fosil bonggol (paha) yang teridentifikasi sebagai manusia purba. Diperkirakan usianya sekitar 1,8 juta tahun silam atau tertua se-Indonesia.

Selain replika, Museum Buton ini juga mendapat penambahan display berupa papan informasi lini masa penemuan fosil pra-sejarah di Bumiayu. Pada display tersebut, tertulis narasi yang menceritakan awal penemuan lengkap dari nama peneliti, tahun, dan jenis fosil purba Bumiayuensis.

Ada juga display papan informasi masa sejarah Bumiayu. Sebagai contoh adalah papan informasi artefak dari masa kerajaan Hindu-Budha lengkap dengan foto yang ada di Buton.

Pamong Budaya Balai Pelestari Situs Manusia (BPSM) Iwan Setiawan yang menjadi koordinator tim penataan ini mengatakan, pihaknya membantubmelakukan penataan dan diaplay Musium Buton sebagai tindak lanjut dari rekomendasi tim penelitian dan konservasi BPSMP Sangiran. PSMP Sangiran semdiri telah melakukan penelitian di wilayah Bumiayu.

"Termasuk bantuan teknis BPSMP untuk pemanfaatan cagar budaya," katanya kepada awak media.

Menurutnya, penambahan fasilitas berupa display alur cerita, disain presentasi informasi, dan disain penataan ruang koleksi sejarah di Buton. Semuanya, kata dia merupakan data teknis yang selama ini dikumpulkan seperti data keruangan, data koleksi, dan informasi Museum Buton.

"Atas rekomendasi dari teman-teman pelestari untuk meningkatkan kapasitas. Karena dari data yang ada, di sini ada semacam kunjungan museum," katanya.

Dikatakan, penambahan fasilitas tersebut akan lebih informatif bagi pengunjung. Sebab, setiap tahunnya banyak peneliti yang telah mengunjungi museum.

"Ini bisa jadi pegangan bagi pengunjung, khususnya para peneliti sebelum turun ke lapangan. Karena pemerintah memberikan perhatian lebih bagi aktivitas museum dan komunitas terhadap upaya pelestarian peninggalan purbakala di Bumiayu," jelas Iwan.

Sementara Pengelola Museum Buton H Rafli Rizal berterima kasih dengan kegiatan tersebut. Ia mengatakan, penambahan display yang termasuk interior tersebut menjadi penting dilakukan.

"Terima kasih kepada BPSMP Sangiran. Penambahan display akan menambah informasi bagi pengunjung museum," ungkap dia.

Museum Buton sudah hampir tiga tahun banyak dikunjungi. Sebagian besar pengunjung merupakan kalangan pelajar dari berbagai tingkatan sekolah.

"Hampir sudah dibuka tiga tahun berjalan, pengunjung dari pelajar antusiasmenya bagus. Rata-rata dari sekitar Bumiayu," kata Rizal.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita