Sabtu, 03/10/2020, 17:40:23
Waktu Begitu Sangat Berarti
Oleh: Nurul Afidatul Ummah

(Nurul Afidatul Ummah adalah Mahasiswi Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Anak pertama dari dua bersaudara, buah cinta pasangaan dari M. Mujiyanto dan Ummul Fata ini lahir di Brebes 19 Mei 2001. Pendidikan dimulai di TK Handayani Karang Gondang Taraban, kemudian melanjutkan di SD Negeri Taraban 04, SMP Negeri 01 Paguyangan dan MAN 02 Brebes. Gadis yang akrab disapa Nurul atau Afi ini, hoby menulis cerita dongeng dan mendengarkan musik. Cita-citanya menjadi dosen dan penulis)

TERKADANG orang menganggap waktu itu tidak penting jika belum mengerti apa arti waktu itu sebenarnya. Padahal waktu begitu sangat berarti, kita bisa kehilangan sesuatu hanya dengan kehilangan waktu dalam sekejap.

Pastinya kita akan merasa sangat kecewa, dan terpukul dengan keadaan itu. Setelah kejadian ini pastinya kita akan selalu mengejar waktu. Rasanya seperti ingin mengulang tetapi entahlah waktu sudah berjalan ke depan. Ini memang sesuatu yang tidak akan mungkin kembali, pastinya hanya di jadikan sebagai pembelajaran. Bahwa hidup harus selalu berhati-berhati dengan yang namanya waktu.

Tanpa di sadari kita telah menyia-nyiakan waktu yang telah berjalan ini. Rasa penyesalan hanya akan datang jika kita sudah melakukannya. Mungkin dalam tempo merasakannya hal itu akan terasa biasa saja. Tetapi, setelah sekian lama dan hidup hanya jalan di tempat hanya  mengikuti alur waktu. Hal itu sungguh sangat di sayangkan.

Semua itu sudah terjadi, apakah kita hanya mengeluh? Tentunya tidak. Lebih baik jadikanlah pembelajaran, meski kita sudah bodoh telah menyia-nyiakan waktu yang sangat berarti. Waktu sudah berjalan dengan cepatnya sedangkan apa yang di lakukan dalam setiap detik kehidupan tidaklah sejalan dengan waktu. Untuk itu bagaimana cara kita berdamai dengan waktu?

Sungguh sulit untuk di jelaskan namun hal itu perlu di mulai dari sekarang. Tidak perlu menunggu nanti karena semua tidak dapat terulang kembali. Meski dalam hati seakan menyesal dengan beratnya menerima kenyataan ini. Karena telah tertinggal oleh waktu, tapi hal itu tidak perlu di fikirkan terus menerus. Jadikanlah itu sebagai pembelajaran ke depannya bahwa tertinggal oleh waktu adalah hal yang sangat rugi.

Waktu bisa saja membunuh kehidupan seseorang jika tidak bisa memanfaatkannya. Karena ia bersifat sejalan, begitu ia telah datang maka tidak akan pernah bisa kembali lagi. Sebagai seorang manusia tentunya sadar bahwa waktu sangat berarti setelah kita telah kehilangan apa yang di inginkan namun telah hilang karena waktu.

Setelah merasakan kejadian ini pastinya akan lebih menghargai waktu untuk menjadi pribadi yang lebih lagi. Mengubah diri menjadi orang yang produktif dan membuang rasa malas dengan sungguh-sungguh. Dengan hal ini pastinya kita akan menjadi orang yang sangat berguna dan bersahabat dengan waktu. Selalu berdampingan dalam hal yang positif karena yakin satu detik waktu berputar pun sudah memiliki banyak arti.

Dari sinilah tujuan kita untuk bersahabat dengan waktu akhirnya tercapai. Jati diri mulai tumbuh dengan baik dan tentunya membuat perasaan menjadi lebih bahagia dalam hidupnya.

Kebahagiaan bisa saja kita raih dengan mudahnya jika kita mampu membuang racun fikiran negative yang sudah terekam dalam otak. Karena hal ini hanya akan menghancurkan kehidupan dalam kesehariannya. Maka, membuang hal negative yang ada pada otak harus menjadi hal yang wajib untuk di lakukan.

Jika kita masih saja membiarkan hal itu, maka bersiaplah untuk merasakan hidup yang penuh kekecewaan bahkan kesedihan. Contoh yang setiap orang pasti mengalaminya yaitu masalah percintaan. Dengan perasaan tak sadar pastinya kita telah membuang waktu yang begitu banyak, kita lebih memilih untuk asyik bersenda gurau hanya untuk membuat bahagia.

Maka hilanglah waktu dalam sekejap itu, namun sebaiknya jika jika mengalami masalah itu sebaiknya dapat menyeimbangi mulai dari bercanda santai dengan kegiatan yang bermanfaat.

Lupa akan cepatnya waktu pasti membuatnya menyesal jika kebahagiaan itu telah hilang. Karena merasa separuh dari kehidupannya telah terbuang sia-sia hanya untuk kebahagiaan sementara. Jadi, jika dalam hatinya sudah tersadar bahwa kebahagiaan yang sementara itu hanya membuang waktu saja.

Kebahagiaan yang sesungguhnya ialah yang datang jika semua usaha yang telah kita inginkan telah tercapai. Nantinya pasti kebahagiaan itu pasti akan bersifat selamanya, karena hati telah merasa puas bahwa usaha dan waktu telah berpihaknya. Tidak lagi ada rasa kejanggalan dan penyesalan yang membekas.

Maka, kepuasaan dalam hati pun akhirnya tercapai bahwa usaha yang telah di lakukan telah sampai kepada titik kesuksesannya. Masa yang telah terlewati dengan penuh penyesalan biarlah berlalu karena tidak ada manfaatnya lagi untuk di sesali. Buatlah hal tersebut sebagai pembelajaran bahwa itulah akibat tidak menghargai waktu.

Kehidupan dan waktu memang tidak dapat di pisahkan,karena waktu adalah salah satu hal yang kita punya tapi tak akan pernah kembali. Memahami tentang adanya waktu mengajarkan kita tentang kedisiplinan. Banyak pepatah yang mengatakan jika kamu menyia-nyiakan waktu, maka artinya kamu juga menyia-nyiakan hidupmu.

Dalam mengenai permasalahan waktu ini, pastinya waktu akan semakin lebih di hargai dan di manfaatkan dengan sebaik mungkin. Kehidupan akan terus berjalan jangan terlalu terpancang pada masa yang kelam yang sudah berlalu. Percayalah bahwa masa depan yang lebih baik tentu sudah di persiapkan oleh tuhan untukmu.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita