Selasa, 29/09/2020, 00:58:57
Buntut Konser Dangdut, Rakyat Kecil Yang Menjadi Korban
LAPORAN JOHARI

Edy Suripno alias Uyip

PanturaNews (Tegal) – Buntut Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, Wasmad Edi Susilo (WES) menggelar konser dangdut di Lapangan Tegal Selatan, Rabu 23 September 2020 lalu, ternyata berbuntut panjang dan berkesinambungan. Meski WES telah jadi tersangka, namun rakyat kecil yang tidak tau apa-apa jadi korban. Usaha kerakyatan kembali suram, akibat kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) yang akan menutup kembali tempat-tempat usaha.  

Dengan dalih protocol kesehatan (Prokes) Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, membubarkan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Tiban di Lapangan Tegal Selatan dan  di depan GOR Wisanggeni. Bahkan mulai 01 Oktober 2020, Pemkot juga akan menutup tempat hiburan dan tempat wisata. Lagi-lagi rakyat kecil yang jadi korban.  

Terkait penderitaan rakyat kecil, akibat kasus WES yang menggelar konser dangdut di masa pandemi, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tegal, Edy Suripno SH ketika dimintai komentarnya mengatakan, apa yang terjadi di Kota Tegal menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama dalam menangulangi pandemi yang ada di Kota Tegal.  

“Betapa dasyatnya public merespon insiden tersebut. Ini menjadi pelajaran dan catatan kita semua.  Kasus sekecil apapun jika menimpa pejabat maka publik akan merespon, ” tegas Uyip panggilan Edy Suripno..

Lebih lanjut kata Uyip, DPRD menyayangkan jika keputusan Pemkot Tegal dalam penanganan Covid-19 dengan  menutup obyek wisata, tempat hiburan, PKL pasar tiban. Semestinya, bagaimana menghadapi pandemi  namun ekonomi  bawah tetap hidup.

“Jangan sampai alasan pandemic, malah mematikan ekonomi masyarakat kecil,” ujar Uyip..

Uyip menilai kesannya ada balas dendam, ketika nitizen atau publik merespon insiden buruk yang dilakuakan pejabat, di jawab dengan menutup semua akses publik dalam mengais ekonomi, sehingga ekonomi rakyat kecil mati. Kesan seperti ini, tidak menyelesaikan masalah tapi akan memancing reaksi publik lainnya.

“Rakyat salah apa dengan kasus WES. Apa kesalahan pedagang PAI, apa salahnya PKL, apa salahnya pengusaha restoran dan rumah makan, sehingga mereka harus menanggung akibatnya,” tegas Uyip.

Semestinya, insiden seperti itu direspon dengan kebijakan yang baik, tidak dengan kebijakan yang mencederai masyarakat banyak.

“Kami di DPRD, minta wali kota untuk meninjau ulang kebijakan yang telah dikeluarkan, kita jadikan insiden kemarin sebagai pelajaran kita semua. Selanjutnya, kita gotong royong bersama rakyat untuk membangun  ekonomi Kota Tegal yang lebih baik. Sehingga di tengah pandemi ini, ekonomi tetap bisa berjalan dengan baik dan rakyat juga tidak resah,” tandasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita