Rabu, 23/09/2020, 17:03:32
Mengandung Minyak Bumi, Air Sumur dari Ciraja Tak Layak Konsumsi
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Kasi Energi BP3 ESDM Prov Jateng, Sigit Widiadi (tengah) menunjukkan batuan Sungi Ciraja yang ada kandungan minyak bumi. Galian di Sungai Ciraja Desa Tambakserang yang mengeluarkan air mengandung minyak bumi (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Warga Desa Tambakserang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diminta untuk tidak menggunakan air sumur dari Sungai Ciraja karena mengandung minyak.

Hal itu disampaikan Kasi Energi Balai Pengkajian Pengendalian dan Pengawasan (BP3) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Sidit Widiadi, saat meninjau ke lokasi Sungai Ciraja di Desa Tambakserang yang airnya mengandung minyak saat digali oleh warga, Rabu 23 September 2020.

"Dengan adanya kandungan minyak ini kami sarankan tidak dimanfaatkan air minum," katanya.

Menurutnya, wilayah Kecamatan Bantarkawung merupakan area yang mengandung struktur batuan dengan banyak karbonat atau fosil. Dua hal itu yang menyebabkan keluarnya minyak bumi ke permukaan. Seperti di Sungai Citaja itu pasirnya banyka mengandung cankang moluka.

"Jadi memang ada kandungan minyak bumi, sehingga sangat tdiak disarankan jika dipakai untuk air minum," kata Sigit.

Dikatakan, pihaknya menyarankan agar area yang digali oleh warga dan mengeluarkan cairan mengadung minyak bumi agar ditutup. Selain tidak layak untuk konsumsi juga berbahaya jika kandungan minyak terus keluar ke permukaan dapat terbakar jika kena api.

"Jadi sebaiknya ditutup di area ini untuk menghindari yang tak diindinkan," kata Sigit.

Sepanjang sungai di area ditemukan air mengandung minyak sangat dimungkinkan kondisinya sama. Tetapi air sungai masih dapat digunakan untuk selain air bersih atau kebutuhan konsumsi.

"Kalau dimanfaatkan airny untuk lainnya tidak masalah, tapi jangan untuk di minum," ucap Sigit.

Diungkapkan meski ada kandungan minyak bumi, tetapi berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh pihak terkait jumlah tidak banyak sehingga tidak dapat dilakukan eksploitasi.

"Kandungannya minyak bumi benar adanya dan tersebar di beberapa titik sehingga tidak mungkin dilakukan eksploitasi, kecuali jika ada teknologi yang bisa mengumpulkannya menjadi satu titik mungkin dapat diambil," terang Sigit.

Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga, Pemerintah Desa Tambakserang disarankan untuk mencari sumber air melalaui program Pamsimas atau melakukan pengeboran di lokasi yang tidak mengandung minyak bumi.

"Sebaiknya cari sumber air bisa dengan pengeboran di area yang tidak berminyak," kata Sigit.

Disarankan pula, Pemdes Tambakserang mengajukan bantuan pengadaan air bersih melalui dinas terkait. BP3 ESDM Provinsi Jawa Tengah akan membantu untuk melakukan itu.

"Kami akan bantu untuk pengadaan air bersih itu jika ada permintaan dari Pemerintah Desa," kata Sigit.

Kepala Desa Tambakserang, Usef Asikin mengungkapkan, selama ini warganya kesulitan air bersih terutama saat musim kemarau. Sehingga ada warga yang terpaksa menggali dasar Sungai Ciraja di dekat pemukiman untuk mendapatkan air bersih.

"Warga kesulitan air, sehingga menggali sungai tetapi keluar minyak," ujarnya.

Pihaknya akan segera mengajukan bantuan pembangunan sumber air bersih untuk kebutuhan warga seperti yang disarankan oleh BP3 ESDM Jawa Tengah.

"Kami secepatnya akan mengajukan proposal bantuan pembuatan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air," kata Usef.

Peninjauan ke lokasi ditemukannya air yang mengandung minyak oleh BP3 ESDM Provinsi Jawa Tengah, didampingi pula Kabag Perekonomian Setda Brebes, Drs Julining Pirula Dewi dan beberapa stafnya.

Perlu diketahui, sebelumnya Warga Desa Tambakserang, pada Selasa 22 September 2020 dihebohkan dengan penemuan cairan yang diduga mengandung minyak bumi.

Cairan mengandung minyak itu ditemukan di Sungai Ciraja yang ada di desa tersebut, oleh warga yang tengah menggali tanah di dasar sungai itu untuk mendapatkan air bersih.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita