Selasa, 22/09/2020, 19:38:38
Diduga Rampas Mobil, Oknum Kades di Brebes Dilaporkan ke Polisi
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Nampak mobil jenis Honda CRV warna merah milik Dedy Yohanes yang diduga dirampas oknum Kades. (Foto: Dok/Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Seorang oknum Kepada Desa (Kades) di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diadukan ke Polres Brebes, Senin 21 September 2020 malam, lantaran diduga merampas mobil.

Oknum kades itu dilaporkan karena diduga telah melakukan tindak perampasan sebuah mobil jenis Honda CRV warna merah, milik Dedy Yohanes (42), warga Randusanga Kulon, Kecamatan/Kabupaten Brebes. Perampasan itu dilakukan oknum kades terkait masalah pekerjaan dengan korban.

Aksi perampasan mobil itu terjadi di depan sebuah cafe, di Kota Brebes sekitar pukul 19.30. Meski korban berusaha mencegah, tetapi mobil tetap dibawa kades bersama tiga orang temannya.

Adapun dalam surat tanda penerimaan laporan pengaduan Polres Brebes, laporan kasus tersebut diterima petugas piket Satreskirm Polres Brebes, Brigadir Lutfi Wahhab.

Tertulis sebagai terlapor adalah Kades Pamedaran, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Warji (42), dan Suhar (52), warga Desa Pamedaran, Kecamatan Ketanggungan yang merupakan saudara dari Kades Pamedaran.

Sedangkan pelapor adalah Dedy Yohanes (42). Dalam laporannya, korban melaporkan kejadian dugaan tindak pidana pemerasan dan ancaman sebagaimana dimaksud dalam pasal 368 KUHP.

"Kejadiannya semalam (Senin malam-red), mobil saya dirampas dan dibawa kabur oleh Warji yang merupakan Kades Pamedaran. Awalnya, Kades Pamedaran ini minta bertemu untuk membicarakan masalah pekerjaan dengan saya," ujar Dedy.

Atas ajakan itu, pihaknya menuruti dan bertemu di depan sebuah cafe di daerah Kelurahan Limbangan Kulon, Brebes. Dalam pertemuan tersebut terjadi perdebatan. Selanjutnya, kades tersebut langsung merebut kunci kontak yang tergeletak di meja dan membawa kabur mobil korban.

"Dengan kejadian ini, saya langsung melapor ke Polres Brebes, dan kebetulan saya juga mempunyai video saat mobil dirampas," ungkap Dedy Yohanes (42), korban aksi perampasan mobil, Selasa 22 September 2020, sambil memperlihatkan bukti laporan polisi.

Menurut Dedy, aksi perampasan mobil itu diduga berkaitan dengan pekerjaan proyek fisik yang dikerjakannya. Proyek itu berada di wilayah Kecamatan Ketanggungan, Brebes.

Kades menuding pihaknya masih mempunyai hutang terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut. Padahal semua kewajiban perusahaannya telah dipenuhi sesuai kesepakatan awal. Bahkan, pihaknya telah memberikan tambahan keuntungan kepada kades dan saudarannya tersebut.

"Saya sendiri binggung, kewajiban perusahaan saya terkait pekerjaan sudah diselesaikan senilai Rp 100 juta sesuai kesepakatan awal. Karena masih mengaku rugi, saya juga mengalah memberikan tambahan Rp 15 juta kepada mereka. Tapi, kok malah masih dianggap punya hutang dan mobil saya dirampas," jelasnya.

Dalam pekerjaan itu, awalnya dilaksanakan oleh orang kepercayaannya. Di tengah perjalanan, Suhar meminta agar ikut dilibatkan dalam pekerjaan itu karena lokasi proyek berada di wilayah yang bersangkutan.

Atas permintaan itu, Suhar dipersilahkan menghubungi orang kepercayaannya sebagai pekerja di lapangan. Mereka kemudian melakukan pekerjaan tersebut.

Namun di tengah perjalanan, mereka kehabisan anggaran sehingga menggandeng Warji untuk memberikan sutikan modal. Ketika pekerjaan selesai, pihaknya dan mereka yang terlibat dalam pekerjaan tersebut berkumpul untuk menyelesaikan keuangan.

"Saat itu sudah saya selesaikan semua kewajiban perusahaan saya ini dan tidak ada masalah. Tapi, ketiga orang yang terlibat ini masih ribut soal keuangan dan saya malah dianggap masih punya hutang.

Ini saya ketahui saat saya bertemu kedua terlapor ini (kades dan Suhar). Saat membawa mobil saya, kades bicara kalau hutang saya harus dibayar malam ini juga, dan ngomong mobil saya dibawa," terangnya.

Sementara itu, Kades Pamedaran, Warji saat dikonfirmasi terkait persoalan itu, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Namun, hal itu dilatarbelakangi adanya pekerjaan proyek fisik di wilayah Desa Cikeusal Kidul, Kecamatan Ketanggungan, yang dilaksanakan pelapor selaku pemilik perusahaan pemenang tender. Dimana, dalam pekerjaan itu pihaknya memberikan dana talangan.

Ternyata saat pekerjaan selesai dan anggaran sudah cair, tetapi pinjaman dana talangan yang pihaknya berikan belum juga diganti. Bahkan, dijanjikan akan ada pertemuan untuk penyelesaian, tetapi sampai sekarang belum juga ada penyelesaian.

"Ya tadi malam memang ada pertemuan,  tetapi karena ngeyel dan tidak ada penyelesaian, maka kami sementara membawa mobil orang Randusanga ini (pelapor-red) dan mobil saya titipkan di Polsek Ketanggungan sampai ada tindak lanjut penyelesaian," tandasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita