Rabu, 16/09/2020, 15:41:09
Pelajar Bumiayu Juara Olimpiade Ekonomi Internasional di Kazakhtan
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Pranindiska Nurlistyo Naistana, siswi dari SMA Negeri 1 Bumiayu meraih medali perunggu di ajang olimpiade ekonomi internasional di Kazakhtan, didampingi Kepala Sekolahnya dan guru pembimbingnya (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Pranindiska Nurlistyo Naistana, siswi dari SMA Negeri 1 Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berhasil meraih juara di ajang International Economics Olympiad (IEO) 2020 yang diikuti 29 negara di seluruh dunia. Meski meraih medali perunggu atau juara tiga, prestasi tersebut sangat membanggakan.

Ajang IOE 2020 digelar sejak 7-13 September 2020 diikuti siswa SMA dari 29 negara termasuk Amerika Serikat, China, India, Iran, Kanada, dan Rusia. Indonesia mengirimkan lima perwakilan yang merupakan peraih medali dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN, bidang ekonomi) pada tahun 2019 di Menado.

Olimpiade di tengah pandemi Covid-19 itu digelar secara daring. Dari lima wakil, Indonesia meraih satu emas, tiga perak dan satu perunggu.

Untuk tingkat negara, Indonesia keluar sebagai juara umum kedua dan meraih medali perak. Tempat pertama diduduki oleh Brasil dan Russia di tempat ketiga. Indonesia meraih satu emas, tiga perak dan satu perunggu.

Medali emas diraih Florentiana Yuwono (SMA Darma Yudha, Pekanbaru). Tiga medali perak diraih Muhammad Lutfi Maudi (SMA Taruna Nusantara Magelang), Jessica Anabel Tio Prisca (SMA Negeri 8, Jakarta), dan Muhammad Zaky Nur Fajar (SMA Pesantren Unggul Al-Bayan, Sukabumi). Satu medali perunggu diraih Pranindiska Nurlistyo Naistana (SMA Negeri 1, Bumiayu).

Kelima siswa tersebut menjalani lomba dari tiga tempat terpisah. Florentiana dan Lutfi menjalani lomba di kota masing-masing. Sedangkan Zaky, Pranindiska, dan Jessica menyatu di Serpong Tangerang. Kendati pelatihan babak kedua, pembekalan akhir, dan lomba harus ditempuh secara daring, berkat motivasi yang kuat, mampu menunjukkan prestasi sangat tinggi.

IEO ke-3 ini berlangsung daring di Kazakhstan. Sebagaimana IEO pertama tahun 2018 yang berlangsung di Moskow dan IEO kedua tahun 2019 yang berlangsung di Saint Petersburg, kejuaraan untuk siswa jenjang SMA ini melombakan tiga macam sub-bidang yaitu financial literacy dan economics, bersifat perorangan; serta business case solution, bersifat beregu.

Pranindiska mengungkapkan, dalam lomba business case solution timnya mempresentasikan solusi pemasaran vaksin Covid-19 dan kemudian menjawab pertanyaan dewan juri. Karena perbedaan waktu antara Kazakhstan dan Indonesia, presentasi kasus bisnis mereka berlangsung pada sekitar pukul 23.30 WIB.

"Sejak awal datang di Serpong sampai saat berlangsungnya lomba selalu sampai malam dan istirahat sering di atas jam 00.00 WIB," ujarnya kepada awak media di SMA Negeri 1 Bumiayu, Rabu 16 September 2020.

Sejak awal Pranindiska mengaku senang belajar tentang ekonomi, buku-buku atau literasi tentang ekonomi dengan senangnya dilahabnya. Sejak Kelas X buku pelajaran ekonomi yang dibacanya selalu untuk kelas yang lebih tinggi.

"Saya membaca buku ekonomi untuk kelas yang lebih tinggi, bahkan sekarang membaca buku-buku ekonomi yang biasanya untuk modul kuliah di perguruan tinggi," kata Pranindiska yang ditemui wartawan dengan didampingi guru pembimbingnya, Endis Tagora.

Kegemaran membacanya menjadi salah satu sebab dirinya berprestasi. Orang tuanya juga menyebutnya sebagai kutu buku. Sekali baca buku bisa berjam-jam dan sesekali istirahat, tapi dilanjutkan lagi dengan membaca.

"Sehari-hari ya baca buku, kalau lelah istirahat sebentar terus baca lagi," ujar Pranindiska.

Rajin membaca buku ini memberikan manfaat yang banyak. Segala informasi dan ilmu pengetahuan dapat dibaca melalui media buku maupun media internet yang sekarang ini sangat mudah.

Pranindiska yang lahir 11 Juli 2002 ini merupakan anak kedua dari pasangan suami isteri H Nur Muttaqin dan Hj Nurjanah. Kedua orang tuanya ini menjadi pendidik di SMA Negeri Bumiayu. Mulai tahun ajaran ini resmi diterima di perguruan tinggi bergengsi di tanah air, Universitas Indonesia (UI) tanpa seleksi atau melalui jalur prestasi.

Kepala SMA Negeri 1 Bumiayu, Khumaedi MPd mengapresiasi capaian siswinya yang berhasil meraih juara 3 dunia pada kompetisi internasional tersebut.

“Saya ucapkan selamat dan bangga meski dalam situasi pandemi karena semangat siswinya tetap membara untuk mengikuti kompetisi dan menjadi juara tiga dunia. Kesungguhan belajar kalian, patut dicontoh oleh seluruh siswa lainnya dan juga generasi,” ucapnya, Rabu 16 September 2020.

Diungkapkan, berangkat dari prestasi yang diperoleh sejak Kelas X, Pranindiska masuk dan lolos dalam seleksi tingkat nasional di 30 besar.

"Itu memang berjuang dari awal, mulai beberapa proses seleksi akhirnya menjadi lima besar," kata Khumaedi.

Prestasi Pranindiska ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena menjadi salah satu peserta yang berasal dari daerah dan itu di Bumiayu yang jauh dari pusat kota, yang kemudian menjadi juara di internasional dengan meraih medali perunggu.

"Ini kebanggan tersendiri, meski dari daerah yang jauh dari kota tapi mampu berprestasi di tingkat nasional," pungkas Khumaedi.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita