Rabu, 16/09/2020, 14:29:15
Kemelut di Tubuh Pokdarwis Pantai Muarareja Indah Berlanjut
Laporan Tim PanturaNews

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Kemelut di tubuh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Muarareja Indah di Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, seolah tak berkesudahan. Gonjang ganjing isu uang Rp 130 juta ternyata tidak terbukti, karena diduga hanya ada unsur kebencian.

Dengan beredarnya isu telah menggelapkan uang Rp 130 juta, akhirnya Ranyan dilengserkan dengan cara paksa. Namun bukan berarti selesai,  Ranyan sebagai ketua terpilih secara demokrasi dan belum habis masa baktinya, justru disrimpung oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.  

Dari data yang dihimpun PanturaNews dari tokoh masyarakat setempat, setelah pokdarwis dalam status quo, justru dimanfaatkan oleh Drs Duladi yang sehari-harinya sebagai guru SMP Negeri di Kabupaten Tegal, menjalankan tugas sebagai ketua TIM dalam penataan Pokdarwis. 

Namun dalam perjalanan, justru Duladi yang ditunjuk menjadi Ketua TIM, malah diserang oleh sekelompok warga yang mengatas namakan pemuda.

Hal itu terungkap dari tulisan Duladi dalam Grup WA Muarareja Peduli, dia melihat dan merasakan sendiri bahwa TIM RT RW yang sebulan baru terima 500.000, benar benar memang korban dari kepengurusann Pokdarwis yang sebelumnya didemo oleh Suhajo. Itu karena masyarakat menilai kinerja pengurus Pokdarwis tidak baik.

Sementara perwakilan dari Ketua RT, Sarnanto menyatakan akan mengundurkan diri. Apalagi jika melihat kondisi di lapangan, pada saat hari Minggu 13 September 2020, oknum keamanan merampas tiket dan membuangnya. 

“Jika aparat tidak bisa memberi tindakan tegas, maka siapapun ketuanya,  pokdarwis pasti ribut terus,” ujar Sunarto, Rabu 16 September 2020.

Lebih Lanjut Sarnanto menuturkan, Kapolsek Tegal Barat Kompol Sugeng pernah mengatakan, jika ada yang bikin ribut maka akan ditangkap. Tapi nyatanya sampai hari ini, jelas-jelas ada perampasan tiket masih dibiarkan. 

“Jadi kami para ketua-ketua RT akan mundur dari pengurus RT, dari pada kami dibenturkan dengan kelompok lain yang sepertinya berprinsip; siapa yang ototnya kuat, maka merekalah yang menguasai,” tuturnya.

Kegaduan di Pokdarwi Pantai Muarareja, berawal dari pengambilan paksa tiket masuk obyek wisata. Meski sudah di laporkan ke pihak berwajib, tapi belum ada tindakan serius.  Sehingga kemelut Pokdarwis seolah menjadi ajang rayahan uang tiket.

Berikut tulisan Duladi yang mengatas namakan warga Muarareja dalam Grup Muarareja Peduli:

KAWAN Hari minggu...PAS SEDEKAH LAUT .mungkin bisa dianggap sukses.... tapi sebetulnya tidak begitu. Saya melihat dan merasakan sendiri bahwa KITA TIM RT RW yg sebulan baru terima 500.000 benar benar memang korban dari kepengurusann Pokdarwis yang kemarin didemo oleh Bapak Suhajo dan masyarakat karena dinilai kinerja pengurus Pokdarwis tidak baik.

Pendapatan Hari minggu pas sedekah laut mencapai 19 juta lebih...tapi itu tak bisa mengobati sakit hati kami. TIM P 4  yg katanya  didampingi oleh polisi dan tentara. Saat di lapangan kami diperlakukan tidak terhormat dilecehkan polisi dan tentara tak bisa berbuat banyak.Yang menyakitkan sekali oknum keamannan malah menggerakan ambil alih tiket dengan paksa dari para Rt padahal belum waktunya. Saat itu ada Pak Yunardi.Pemasukan minggu sedekah laut 19 lebih tapi pengeluaran hampir 12 juta.

Di awal kami tugas kami berhadapan dgn masyarakat dan pemuda,setelah mereka reda kami terutama ket ua  diserang oleh H.Tambari ,itu selesai kami menghadapi kebocoran keuangan karena para petugas jaga pintu tidak jujur sehingga keuangan TIM minus.....dan banyak lagi kenyataan pahit yang dihadapi TIM.....SEBULAN LIMA RATUS RIBU SUNGGUH TIDAK MANUSIAWI DAN MENYAKITKAN, tapi LEBIH MENYAKITKAN KETIKA HARGA DIRI KAMI DILECEHKAN DIRENDAHKAN, padahal kami lahir dari PEMBINA, Ibu Camat Tegal Barat, Kapolsek Tegak Barat, DANRAMIL Tegal Barat. Lurah dan Dinas Pariwisata..........( Duladi  warga RT 03 /RW 03 Muara anyar,Kel Muarateja yg ditunjuk sbg ketua).


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita