Jumat, 11/09/2020, 13:58:14
Kasus Positif Covid-19 di Brebes Meningkat, Fikri: KBM Harus Hati-Hati
LAPORAN SL. GAHARU

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, DR. Abdul Fikri Faqih

PanturaNews (Jakarta) - Dengan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka harus sangat hati-hati. Protokol kesehatan harus benar-benar dipatuhi.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, DR. Abdul Fikri Faqih menyatakan bahwa melonjaknya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Brebes, agar semua pihak melangkah bersama melawan Covid-19 yang tak pandang bulu.

“Harus sangat berhati-hati. Sudah banyak korban. Ini bukan main main, maka seluruh kebijakan jangan main-main,” tegas politisi PKS ini di Jakarta, Jumat 11 September 2020 siang melalui pesan WA.

Menurutnya, sekolah yang sudah menerapkan KBM tatap muka, harus benar-benar menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Pelaksanaan KBM tatap muka, harus sesuai aturan yang ada.

“Kalau memang masih harus daring, maka pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus hadir memfasilitasi KBM daring ini,” ujar Fikri yang berangkat ke Senayan dari Dapil Jawa Tengah IX yang meliputi Kota-Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.

Untuk memutus penyebaran, lanjut Fikri, libatkan semua unsur untuk melangkah agar solid, melangkah bersama melawan Covid-19 yg tak pandang bulu. Apakah muda atau tua.

“Kita mesti selamatkan generasi ke depan. Agar bertahan dan terus bisa belajar berkualitas, agar siap menghadapi tantangan masa depan yang lebih kompleks,” harap Fikri.

Diketahui, sejak awal bulan September 2020, kasus total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Brebes melonjak jadi 174 orang. Dari jumlah itu, 26 di antaranya sedang dalam perawatan medis di rumah sakit. Kemudian 84 orang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. 61 orang dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Penambahan jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu, menyusul test swab massal yang dilakukan Dinkes dalam beberapa waktu terakhir ini. Jumlahnya mencapai 1.500 sampel dalam kurun waktu tiga pekan terakhir.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita