Kamis, 03/09/2020, 19:06:13
Polisi Kembangkan Kasus Penganiayaan Dua Wartawan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Sejumlah wartawan Tegal-Brebes mendatangi Mapolres Brebes minta kasus penganiayaan wartawan diusut tuntas. (Foto: Dok/Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Kasus penganiayaan terhadap dua wartawan saat sedang meliput mediasi dugaan Kepala Desa (Kades) berinisial "G", di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bukan hanya mengundang simpati dari berbagai kalangan, khususnya teman satu profesinya di daerahnya.

Bahkan, sejumlah teman satu profesi (wartawan-red) dari Kabupaten Tegal dan Kota Tegal juga ikut simpati. Sebagai bentuk solidaritasnya, mereka mendatangi Mapolres Brebes.

Tujuanya adalah agar kasus penganiayaan yang menimpa rekan satu profesinya itu di usut sampai tuntas. Kedatangan mereka diterima dengan baik oleh Kapolres Brebes, AKBP Gatot Yulianto melalui Kasat Reskrim, AKP Agus Supriyadi di ruang kerjanya.

Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Agus Supriyadi mengatakan, saat ini pihaknya sudah meminta keterangan terhadap terduga pelaku yang ada pada saat kejadian. Namun, masih dalam tahap pemeriksaan.

"Sementara baru ada dua orang yang kita mintai keterangan. Di mana dari para saksi, kedua terduga pelaku itu berada di situ (lokasi) dan mengetahuinya," ujar Agus, Kamis 3 September 2020.

Menurut Agus, untuk meningkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan, pihaknya akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu. Setiap perkembangan kasus tersebut akan disampaikan ke awak media.

"Indikasi dari keterangan saksi, ada pelaku lain. Dan sementara ini kita masih melakukan pengembangan," terangnya.

Pihaknya juga berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku penganiayaan tersebut. "Pelaku bisa dikenai Pasal 170 KUHP," jelasnya.

Terpisah, Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti mengaku prihatin atas insiden kekerasan yang menimpa dua wartawan yang tengah menjalankan tugas di wilayah Kabupaten Brebes. Bupati juga mendukung jajaran Polres Brebes mengusut tuntas atas kasus kekerasan tersebut.

"Saya minta kasus ini diusut sampai tuntas. Jadi, kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ungkapnya Idza Priyanti melakui sambungan telepon seluler, tandasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita