Senin, 31/08/2020, 11:40:31
PKS Jateng Buka Pojok Wifi dan Bagikan 17485 Paket Kuota Gratis
LAPORAN SL. GAHARU

Ketua DPW PKS Jawa Tengah, DR. Abdul Fikri Faqih membagikan paket kuota gratis kepada pelajar dan mahasiswa. (Foto: Dok)

PanturaNews (Semarang) -  Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah (Jateng) dirikan 756 Pojok Wifi gratis dan 17.845 paket kuota gratis bagi siswa dan mahasiswa se Jateng.

Pojok wifi gratis PKS dan pemberian paket kuota gratis itu, ditujukan kepada siswa dan mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Demikian disampaikan Ketua DPW PKS Jawa Tengah, DR. Abdul Fikri Faqih dalam peluncuran program Greget PKS 2020 di Kantor DPW PKS Jawa Tengah, Semarang, kemarin.

"Kondisi PJJ ini kapan selesainya belum tahu, maka PKS hadir. Jika ada masyarakat yang membutuhkan silahkan datang ke Pojok Internet Gratis PKS yang tersebar se Jawa Tengah," ujar Fikri.

Fikri yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI, menegaskan dari data Perencanaan Digitalisasi Nasional Kominfo, masih ada 12.548 desa kelurahan yang belum terjangkau 4G.

"Sedangkan untuk Jawa Tengah berdasar data dari Forum Anak Jateng, 20 sampai 25 persen dari total siswa, belum bisa menyelenggarakan PJJ yang berbasis internet. Karena itu PKS ingin menjadi solusi," tutur Fikri.

Politisi PKS dari Dapil Jawa Tengah IX yang meliputi Kota dan Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes menjelaskan, program ini ada 756 titik yang tersebar di daerah-daerah yang susah akses internet. Satu titik untuk melayani 10-15 siswa dalam satu waktu pembelajaran.

"Pojok Wifi PKS ini tetap harus disiplin terhadap protokoler kesehatan, pakai masker, tempat cuci tangan dan jaga jarak akan kami berlakukan secara ketat," tegas Fikri.

Sedangkan untuk pembagian kuota sebanyak 17.845 paket, dapat diakses oleh masyarakat di kantor PKS kecamatan, "Semoga ini bisa membantu, karena pendidikan merupakan yang utama," tambahnya.

Sementara Sekretaris Umum DPW PKS Jawa Tengah, Sri Praptono mengatakan dalam program ini PKS juga menyediakan pembimbing dalam pojok wifi, untuk memberikan kepastian secara teknis dan memberikan bimbingan belajar.

"Di Rembang program ini disatukan dengan rumah pintar, seperti les, dan ada pembagian Handphone kepada pelajar yang tidak mampu. Kami berharap membantu anak-anak kita tetap semangat dalam belajar," terangnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita