Kamis, 27/08/2020, 21:03:45
Kasus Tewasnya Pencuri Dinamo Kapal, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
LAPORAN JOHARI

Kapolsek Tegal Barat Kompol Evi Wijayatni SH, saat konference pers di Mapolsek, Kamis 27 Agustus 2020

PanturaNews (Tegal) – Kasus pengeroyokan pencuri dinamo kapal di Pelabuhan Jongor, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Satreskrim Polsek Tegal Barat, menetapkan 9 orang menjadi tersangka. Hal itu dikatakan Kapolsek Tegal Barat Kompol Evi Wijayatni SH, saat press rilis di Mapolsek Tegal Barat, Kamis 27 Agustus 2020.

Kapolsek mengatakan, hasil penyelidikan dan keterangan dari berberapa saksi, penyidikan menetapkan  9 orang yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga malam kapal di kawasan pelabuhan Jongor menjadi tersangka.

“Hasil penyelidikan dan penyidikan, akhirnya kami menetapkan 9 orang ini menjadi tersangka,” kata Kompol Evi Wijayatni.    

Lebih lanjut kata Evi, dalam aksi pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal, para tersangka tidak menggunakan alat atau benda keras, semuanya menggunakan bogem.  “Hasil penyilidikan tidak ada yang menggunakan benda keras, semunya mengaku menggunakan tangan kosong,” imbuhnya.

Seda ngkan barang bukti yang berhasil diamankan yakni Dinamo kapal, pakaian atau kaos yang berdecak darah. “Barang buktinya, dynamo kapal, pakaian berdecak darah,” ujarnya.

Evi mengungkapkan, Selasa 25 Agustus 2020 sekitar pukual 00.00 ada warga yang lapor ke Sabhara Polsek Tegala Barat, yang mengatakan ada pencuri yang tertangkap masaa di Kawasan Pelabuan Jongor. Ketika petugas ke lokasi, ternyata korban sudah tergeletak di tanah berlumuran darah. Korban dibawa ke RSI untuk berobat, namun baru satu menit masuk RSI nyawanya tidak tertolong dan akhirnya menghembuskan nafas terkahir.

Untuk mempertanggungjawabka perbuatannya, 9 tersaka sudah diamankan dan akan dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Sementara menuru Lukman, salah satu tersangka mengatakan, ia geram karena banyak barang-barang di kapal yang hilang. Menurutnya, korban sudah lama diincar karena diduga sebagai biang keladi hilangnya barang-barang berharga di Kapal yang sedang sandar di dermaga.

“Sering kehilangan bukan sekali dua kali. Travo, freon, uang, dompet, rokok sampai handphone. Dia sudah diintai karena dicurigai sebagai pelakunya,” ujarnya.

Saat kejadian itu, imbuh Lukman, korban kepergok para penjaga malam mondar-mandir di pelabuhan sambil membawa tas. Saat akan ditanya, korban malah kabur sehingga dikejar warga. Korban akhirnya ditangkap dan langsung dikeroyok.

“Yang ngeroyok banyak. Sampai Ratusan. Banyak yang memukul dan menendang. Tapi cuma pakai tangan dan kaki, gak pakai alat,” terang Lukman.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Suhar (38), warga Desa Mejasem Timur, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, tewas dimassa karena kepergok mencuri dinamo kapal di Pelabuhan Perikanan Kota Tegal pada Selasa 25 Agustus 2020 lalu.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita