Kamis, 20/08/2020, 08:30:35
Sesuai Putusan MA, Pelawak Qomar Dieksekusi ke Lapas Brebes
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Nurul Qomar dieksekusi ke Lapas Brebes sebagai tindak lanjut keputusan hukum Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. (Foto: Dok/Takwo Heryanto/detikcom)

PanturaNews (Brebes) - Nurul Qomar, salah satu personil grup pelawak ‘Empat Sekawan’, akhirnya dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu 19 Agustus 2020 petang.

Sebelum dimasukkan ke Lapas Kelas II B Brebes, Qomar terlebih dulu menjalani pemeriksaan rapid test oleh petugas dari Dinas Kesehatan Brebes. Setelah dinyatakan non reaktif, petugas langsung menggiringnya ke dalam Lapas.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Brebes, Andhi Hermawan Bolifar menyatakan, eksekusi ini sebagai tindak lanjut keputusan hukum Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, atas banding yang diajukan Nurul Qomar.

Dalam sidang banding ini, pengadilan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara atau lebih lama dari putusan Pengadilan Negeri Brebes yakni 1,5 tahun.

“Karena ini sudah putusan Mahkamah Agung, sudah incraht maka kami laksanakan eksekusi sesuai dengan undang undang. Kami jaksa eksekutor melakukan eksekusi terhadap terpidana Nurul Qomar atas kasus pemalsuan SKL (Surat Keterangan Lulus) S2 dan S3,” ujarnya.

Andhi Hermawan Bolifar menambahkan, terpidana telah menempuh upaya hukum banding di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. Setelah divonis 2 tahun, Qomar mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung. Namun upaya kasasi ini ditolak dan mengembalikan vonis hukuman sesuai putusan hukum Pengadilan Tinggi.

“Terpidana dijatuhi hukuman 2 tahun sesuai putusan Mahkamah Agung,” sambung Kasi Pidum.

Terpisah, Ketua Yayasan Universitas Muhadi Setiabudi (Umus), Muhadi Setiabudi menyatakan, menghormati semua putusan hukum tersebut. Menurutnya, putusan ini sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Saya menghormati putusan hukum itu. Dia terbukti melakukan pemalsuan SKL. Ini sangat merugikan dunia pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, pelawak anggota Grup Empat Sekawan itu, mengaku menerima keputuasan hukum tersebut.

“Kalau ditanya menerima atau tidak, jelas saya menerima keputusan ini. Ini sudah kehendak Allah saya harus dipenjara,” tandas Qomar.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita