Senin, 10/08/2020, 16:09:14
Bumiayu Semrawut, Dishub Akan Tertibkan Parkir dan Pedagang
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Semrawut dan kemacetan lalu lintas menjadi pemandangan sehari-hari di Kota Kecamatan Bumiayu (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Kondisi lalu lintas di Kota Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, semrawut. Kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari terutama pada jam-jam sibuk. Parkir dan pedagang kaki lima di sekitar pasar dituding sebagai penyebab kesemrawutan di kecamatan paling ramai di wilayah Brebes bagian selatan tersebut.

Mengatasi kesemrawutan itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Brebes akan segera melakukan penertiban pada pedagang dan juga parkir.

"Kita akan lakukan penertiban di sekitar pasar dan titik-titik keramaiannya," ujar kepala Dishub Brebes, Johari saat meninjau ke titik-titik kemacetan di Bumiayu, Senin 10 Agustus 2020.

Menurutnya, banyak warga yang mengeluhkan kesemrawutan lalu lintas di Bumiayu, terutama di lingkungan pasar. Kesemrawutan itu terjadi akibat adanya keramaian di sekitar pasar, sementara tidak ada lokasi parkir sehingga kendaraan parkir di badan jalan yang ada.

"Penyebabnya ya ada keramaian pasar tapi parkirnya tidak ada sehingga menggunakan bagian dari jalan untuk parkir," kata Johari.

Dikatakan, titik-titik keramaian dan kesemrawutan ada di jalan Diponegoro dan jalan belakang Pasar Induk Bumiayu atau depan kantor PLN.

"Titik kemacetan di jalan Diponegoro dan belakang Pasar Bumiayu," ungkap Johari.

Mengatasi kesemrawutan tersebut, Dishub akan segera melakukan penertiban parkir dan juga pedagang bersama Dinas terkait. Pedagang kaki lima yang menempati badan jalan akan ditertibkan dan parkir ditata.

"Pedagang akan kita dorong agar tidak menempati badan jalan dan parkirnya kita tata," ucap Johari.

Johari mengakui, untuk menata dan menghilangkan kesemrawutan terutama kemacetan lalu lintas tidak dapat dilakukan serta merta, karena menyangkut kepentingan hidup dan ekonomi banyak orang.

"Menghilangkan sama sekali kesemrawutan tidak mungkin, tapi kita tetap upayakan untuk penataan," tandas Johari.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita