Kamis, 06/08/2020, 13:51:17
Pastikan Tepat Sasaran, Paramitha Lakukan Monitoring BSPS
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Anggota DPR RI Paramitha Widya Kusuma SE melakukan pemasangan peneng saat melakukan monitoring pelaksanaan program (BSPS) di Desa Adisana. Penerima bantuan terharu dan memeluk anggota DPR RI yang mengunjunginya dan menjanjikan bantuan pemasangan listrik (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Anggota DPR RI Paramitha Widya Kusuma SE melakukan monitoring pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Adisana Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes , Jawa Tengah, Kamis 06 Agustus 2020.

Monitoring dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan program tersebut, pencapaian dan ketepatansasarannya serta kendala di lapangan.

"Hari ini kita melihat langsung pelaksanaan kegiatan BSPS, apakah berjalan sesuai peruntukannya atau tidak," ujar Paramitha anggota DPR RI dari Dapil IX (Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal).

Paramitha menyampaikan, di Kabupaten Brebes masih banyak rumah warga yang tidak layak huni. Adanya program BSPS sangat bermanfaat bagi warga yang kurang mampu untuk dapat memiliki rumah yang layak huni.

"Kami sebelumnya mengusulkan bantuan untuk Brebes ini sebanyak 800 unit, tetapi tahun ini baru terealisasi 60 unit yang 10 di antaranya ada di Desa Adisana ini.

Dikatakan pihaknya akan terus berupaya program BSPS dapat berlanjut dan Brebes dapat lebih banyak lagi mendapat bantuan program BSPS tersebut.

"Manfaatnya jelas sangat banyak sehingga kami akan upayakan dapat terus berlanjut, dan bertambah lagi jumlah penerima bantuan ini," kata Paramitha anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah II Program BSPS Kementerian PUPR Sumarno mengatakan, program BSPS untuk warga yang tidak mampu. Bantuan ini ada dua kegiatan, peningkatan dan pembangunan baru masing-masing senilai Rp 17,5 juta dan Rp 35 juta.

"Bantuan peningkatan Rp 17,5 juta untuk rumah yang belum layak sehingga perlu ditingkatkan," ucap Sumarno yang mendampingi Paramitha melakukan monitoring.

Bantuan pembangunan yang senilai Rp 35 juta, kata Sumarno lagi, diperuntukkan bagi warga yang tidak mampu yang punya lahan dan telah membuat pondasi, selanjutnya untuk membangun rumahnya diberi bantuan sebesar Rp 35 juta.

"Kalau sudah ada lahan dan pondasi berarti bantuan pembangunan sebesar Rp 35 juta," ungkap Sumarno.

Diungkapkan tahun ini Kementerian PUPR baru memberikan bantuan BSPS di Brebes ini sebanyak 60 unit. Selanjutnya seperti harapan dari angggota DPR RI tadi, dapat terus bertambah jumlahnya.

"Kami akan upayakan setiap tahun jumlahnya bertambah lagi, karena masih banyak rumah warga yang belum layak huni," katanya.

Pada kegiatan kunjungan dan monitoring BSPS tersebut selain melihat langsung kondisi dan kualitas bangunan bantuan BSPS juga dilakukan pemasangan peneng oleh Paramitha.

Ditambahkan, kriteria penerima BSPS adalah Warga Negara Indonesia yang sudah berkeluarga, memiliki atau menguasai tanah dengan alas hak yang sah, belum memiliki rumah atau memiliki dan menempati satu-satunya rumah tidak layak huni.

Kemudian belum pernah memperoleh dana BSPS atau bantuan pemerintah untuk program perumahan lainnya, penghasilan kurang atau sama dengan upah minimal provinsi dan bersedia berswadaya membentuk kelompok dengan penyataan tanggung renteng.

Pemberian BSPS berdasarkan readiness criteria yang diusulan dari Bupati/ Walikota dan  Kementerian/Lembaga. Usulan dilengkapi data jumlah rumah dan lokasi RTLH yang ada di desa/kelurahan. Jumlah data yang diusulkan minimal 20 unit per desa/ kelurahan dan legalitas tanah calon penerima bantuan tidak dalam sengketa dan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita