Senin, 03/08/2020, 12:51:20
Pandemi, Puskesmas Bumiayu Beri Perlindungan pada Anak Disabilitas
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Kepala BLUD UPT Puskesmas Bumiayu, dr Ali Budiarto menyampaikan arahan pada kegiatan Kelas Inspirasi bagi orang tua anak berkebutuhan khusus di Puskesmas Bumaiyu. Pserta serius mendengarkan paparan. Peserta berfoto bersama (Foto: Dok. Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Pemerintah menyatakan sekitar 80,9 persen penyandang disabilitas di Indonesia terdampak secara ekonomi, sosial, dan kesehatan selama pandemi Covid-19. Kondisi itu turut berimbas kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

Hal itu diungkapkan Kepala BLUD UPT Puskesmas Bumiayu, dr Ali Budiarto kepada PanturaNews, Senin 03 Agustus 2020. Dia menyampaikan ada lima protokol perlindungan anak selasa pandemi Covid-19.

"Termasuk protokol perlindungan terhadap anak berkebutuhan khusus," katanya.

Menurutnya, anak berkebutuhan khusus masuk prioritas dalam penanggulangan bencana. Anak berkebutuhan khusus mengalami risiko yang lebih tinggi, sehingga adanya protokol perlindungan itu untuk memberi dukungan dan layanan bagi anak berkebutuhan khusus, baik yang tanpa gejala, dalam pemantauan, atau yang terindentifikasi supaya hak-haknya terpenuhi.

"Masalah protokol perlindungan ini telah kami sampaikan saat digelar Kelas Inspirasi bagi orang tua anak berkebutuhan khusus di Puskesmas Bumaiyu Sabtu 01 Agustus kemarin," kata Ali.

Dikatakan, para orang tua dari anak berkebutuhan diharapkan mengerti tentang protokol perlindungan tersebut. Yakni, protokol tata kelola data anak. Protokol pengasuhan bagi anak tanpa gejala, anak dalam pemantauan, pasien anak dalam pengawasan, kasus konfirmasi, dan anak dengan orangtua/pengasuh/wali berstatus orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan, kasus konfirmasi, dan orang tua yang meninggal karena Covid-19.

Kemudian, protokol pengeluaran dan pembebasan anak melalui asimilasi dan integrasi, pembebasan tahanan, penangguhan penahanan dan bebas murni. Selanjutnya, protokol penanganan anak korban tindak kekerasan dalam situasi pandemi Covid-19

"Dan terakhir, protokol perlindungan terhadap anak berkebutuhan khusus dalam situasi pandemi Covid-19," ujar Ali.

Keluarga, pendamping dan tenaga kesehatan yang menangani anak berkebutuhan khusus selama pandemi Covid-19, menurut Ali perlu memahami ketersediaan layanan, sarana, dan segala sesuatu yang perlu disesuaikan dengan ragam kebutuhan anak difabel tersebut.

Semantra itu, pendamping anak Kabupaten Brebes Fatkhur Rozak yang hadir dan memotivasi para orang tua dan anak berkebutuhan khusus, mengapresiasi Pukesmas Bumiayu tetap konsisten dalam dalam kepeduliannya terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.

"Puskesmas Bumiayu selama ini sangat peduli dalam memberikan perlindungan terhadap anak termasuk anak berkebutuhan khusus, sehingga pantas jika menyandang sebagai Puskesmas yang ramah anak," tuturnya.

Diungkapkan, selama ini Puskesmas Bumiayu aktif dalam memberikan pelayanan fisioterapi stimulus sehingga layak ditiru oleh Puskesmas lainnya dan diapresiasi oleh Pemerintah.

"Pemerintah harus mengapresiasi apa yang sudah lama dilakukan Puslesmas Bumiayu, terutama dalam memberikan layanan terhadap anak berkebutuhan khusus," tandas Rozak.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita