Senin, 03/08/2020, 00:39:28
Gizi Buruk Hanya 19 Anak, Camat Tegal Timur Akui Salah Informasi
LAPORAN JOHARI

Kadinkes dr Sri Prima Indraswati SP KK

PanturaNews (Tegal) –  Pernyataan Camat Tegal Timur Zaenal Ali Mukti, beberapa waktu lalu soal kasus gizi buruk di Kecamatan Tegal Timur sebanyak 150 anak, dibantah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tegal, dr Sri Prima Indraswati SP KK, saat konferensi pers, di Peringgitan, Rumah Dinas Walikota Tegal, Jawa Tengah, Mingu 02 Agustus 2020. Atas kesalahan memberikan informasi, Camat Tegal Timur mengaku salah dan minta maaf kepada semua pihak.

Menurut Kadinkes  dr Sri Prima Indraswati SP KK,  data sebenarnya Gizi Buruk yang ada di Kota Tegal adalah 19 orang atau 0,16 persen dari jumlah Balita per 30 Juni 2020 yang berjumlah 11. 553 Balita.  “Jadi jumlah anak gizi buruk bukan 150 anak, melainkan hanya 19 anak, untuk Kota Tegal, per 30 Juni 2020,” tegas Kadinkes dr Sri Prima Indraswati SP KK, Mingu 02 Agustus 2020.

Terkait pemutakhiran data, dr Prima menjelaskan bahwa setiap bulan, Dinas Kesehatan selalu melaporkan perkembangan gizi buruk kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Walikota Tegal.

“Setiap bulan kami melaporkan dan laporannya untuk gizi buruk itu setiap bulannya adalah jumlah sisa kasus bulan lalu itu berapa, lalu jumlah kasus barunya itu berapa, jumlah kasus yang murni berapa, lalu yang kambuh. Jadi misalnya yang sudah baik lalu kambuh itu ada, kemudian jumlah kasus yang ditangani, lalu hasil penanganan kasus misalnya yang sembuh berapa itu dihitung setiap bulan, makanya setiap bulan datanya berubah,” jelas Dr. Prima.

Sementara itu Walikota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, SE, M.M bahwa keberhasilan dalam penanganan masalah gizi tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah Kota Tegal dalam hal ini Dinas Kesehatan melalui Puskesmas, tetapi juga butuh sinergitas dan dukungan dari semua pihak, baik dari PKK, Kader Kesehatan/Kader posyandu juga dari orangtua serta likungan sekitar.

Pemahaman kepada orangtua juga penting karena gizi buruk bukan saja karena orang tua yang tidak mampu memberikan suplemen, vitamin dan susu, akan tetapi adanya kurang perhatian pun akan berdampak pada tumbuh kembang dan kesehatan balita tersebut.

“Terkait masih adanya 19 balita gizi buruk di Kota Tegal, sekarang itu bagaimana caranya Pemerintah Kota Tegal khususnya Dinas Kesehatan Kota Tegal dan Puskesmas Se Kota Tegal ini menyelesaikannya. Ini harus menjadi prioritas Pemerintah Kota Tegal,” tegas  Walikota.

Sementara Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani, menyampaikan bahwa pemberantasan gizi buruk harus menjadi gerakan nasional yang ada di Indonesia, ini juga sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yanb sudah mencanangkan di tahun 2030 Indonesia zero mal nutrisi artinya semua balita di Indonesia harus masuk minimum diambang gizi yang baik.

“Ini tantangannya tidak hanya di Kota Tegal tapi diseluruh Indonesia, bahkan tadi saya juga sempat berkomunikasi dengan pak menteri (Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr.Terawan Agus Putranto) bersama-sama kita akan saling mendukung dalam upaya melakukan aktif secara berkala, supaya seluruh kepala daerah melakukan pendataan secara berkala, kemudian dinas kesehatan sampai jajaran kebawah juga puskesmas sampai posyandu melakukan upaya-upaya yang nantinya kementerian kesehatan kita dorong juga yang nantinya punya pola dan program baru yang lebih baik lagi,” ujar Dewi Aryani.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pasca pandemi covid-19, angka gizi buruk di wilayah Kecamatan Tegal Timur terus meningkat sekitar 150 anak.  Penyebaran paling banyak di Kelurahan Panggung dan Mintaragen. Hal itu dikatakan Camat Tegal Timur Zaenal Ali Mukti, saat acara Bantuan Pangan dan Kesehatan (Banpangkes) oleh DR Dewi Aryani, anggota KomisiIXDPR RI di Kelurahan Panggung, Selasa 28 Juli 2020. 

Ternyata data tersebut salah, akhirnya diklarifikasi dan dilruskan, saat konferensi pers, di Peringgitan, Rumah Dinas Walikota Tegal, Mingu 02 Agustus 2020.

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita