Kamis, 30/07/2020, 19:27:57
Sosialisasi Operasi Patuh Candi 2020, Melalui Kearifan Lokal
LAPORAN JOHARI

Waka Polres Kompol Jokowi memakaikan masker kepada abang becak

PanturaNews (Tegal) - Jajaran satuan lalulintas (Satlantas) Kepolisian Resort Tegal Kota (Si Teko) menggelar sosialisasi Operasi Patuh Candi 2020, dalam adaptasi kehidupan baru melalui kearifan lokal, dipimpin langsung Waka Polres Kompol Joko Wicaksono, Kamis 30 Juli 2020.

Waka Polres Kompol Joko Wicaksono didampingi KRI IPTU Bambang Widado SH mengatakan, operasi Patuh Candi digelar serentak di bawah jajaran Kepolisian Daerah se-Indonesia mulai 23 Juli hingga 05 Agustus 2020. Sosialisasi Operasi Patuh hari ini, menggunakan dua kendaraan bak terbuka dengan iringan musik calung menyasar jalan jalan protokol dimana banyak kerumunan warga.

“Tujuannya menyadarkan masyarakat agar patuh berlalu lintas serta menekan kecelakaan di jalan, selain itu mulai beradaptasi dengan kehidupan baru, memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan,” kata Kompol Joko Wicaksono biasa dipanggil Jokowi, di depan stasiun, Kamis 30 Juli 2020.

Start dari Mapolres menyasar Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan Pasar Pagi Kota Tegal, kemudian ke Jalan Pancasila di depan Stasiun Kereta Api, lanjut ke Jalan Sultan Agung, Kejambon, Terminal dan Transmart .

“Sasarannya tempat umum, guna mensosialisasikan Ops Patuh melalui membagikan stiker yang isinya himbauan serta membagikan masker kepada yang belum memakai masker,” imbuhnya.

Diharapankan dengan sosialisasi ini, masyarakat taat berlalulintas dan beradaptasi kehidupan baru dengan cara pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Warga yang tidak memakai masker, diberikan gratis. Sementara bagi yang melanggar lalu libtas diberikan teguran dan sanksi seperti harus menghapal Pancasila.

"Sekaligus mendisiplinkan masyarakat di tengah pandemi khususnya saat beraktivitas di luar rumah wajib menggunakan masker agar tidak tertular covid-19,," ujarnya.

Sementara alasan membawa alat musik calung, selain untuk menarik perhatian warga juga sekaligus mengangkat kearifan lokal melalui musik calung dan kesenian lagu balo-balo.

“Kita ingin mengangkat juga kearifan local, seperti calung dan balo-balo,” pungkasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita