Sabtu, 25/07/2020, 09:34:17
Fikri Faqih: Saatnya Kembali Bangkitkan Pariwisata di Tegal
LAPORAN SL. GAHARU

Penyerahan bantuan alat kebersihan menandai pembukaan “Gerakan Bisa” di Kawasan Wisata Pulo Kodok, Kota Tegal oleh Fikri Faqih dan Kemenparekraf. (Foto: Dok/Ali Irfan)

PanturaNews (Tegal) - Saatnya sektor pariwisata di Kota Tegal, Jawa Tengah, dibangkitkan kembali setelah lesu dihantam pandemi Covid-19. Kawasan wisata yang bersih, indah, dan asri dapat berdampak pada tingginya pengunjung yang datang.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, DR. H. Abdul Fikri Faqih, MM pada pembukaan “Gerakan Bisa” (Bersih, Indah, Sehat, Aman) di Kawasan Wisata Pulo Kodok, Kota Tegal, Jumat 24 Juli 2020.

Acara ini merupakan program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), untuk menggeliatkan kembali sektor pariwisata dalam tatanan kehidupan baru. Program ini diselenggarakan di 7 daerah, dimana Tegal menjadi salah satu titik digelarnya program ini.

Kegiatan yang diselenggarakan selama 2 hari ini, diisi dengan pembagian sarana kebersihan seperti sapu, tong sampah, tempat cuci tangan dan lainnya untuk dimanfaatkan sebagai sarana penunjang program Gerakan BISA ini. Tidak hanya itu, kegiatan ini disemarakkan dengan bersih-bersih kawasan Wisata pantai Pulo Kodok.

Fikri berharap, kawasan wisata yang bersih, indah, dan asri dapat berdampak pada tingginya pengunjung yang datang ke Pantai Pulo Kodok. "Sebelum diberi nama Pulo Kodok kawasan pantai ini memang asri, layak jadi salah satu destinasi wisata. Selain masih asri, pantai ini juga bisa dijadikan sebagai tempat terapi oleh masyarakat setempat," ungkapnya.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, R Kurleni Ukar, M, Sc mengatakan Gerakan Bisa adalah salah satu ikhtiar Kemenparekraf untuk mendongkrak pariwisata. Agar pariwisata menghadirkan banyak wisatawan. Menurutnya, dari sisi kebersihan Indonesia menempati Rangking 102 dari 104 negara.

"Inilah yang menjadi motivasi kami untuk meningkatkan sinergi dengan mitra dan masyarakat untuk tetap menjaga value. Gerakan ini harus jadi kebiasaan dan gaya hidup baru di sektor pariwisata, agar Indonesia dikenal sebagai destinasi wisata. Keberhasilan program ini ditunjukkan dengan indikasi banyaknya wisatawan yang berkunjung. Dengan begitu pariwisata bisa bangkit kembali," jelasnya. (Ali Irfan)


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita