Jumat, 24/07/2020, 23:27:43
Gerakan Bisa, Fikri Faqih: Benahi Destinasi Wisata Jadi Lebih Bersih
LAPORAN SL. GAHARU

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, DR. H. Abdul Fikri Faqih (kiri) bersama Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, R. Kurleni Ukar (kanan) menyapu sampah dalam pembukaan “Gerakan Bisa” di Pantai Purwahamba Indah. (Foto-Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Sebelum adanya pandemi Covid-19, sektor pariwisana dan ekonomi kreatif, adalah sektor yang digadang-gadang dan menjadi unggulan. Sektor ini adalah penyumbang devisa negara yang besar.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, DR. H. Abdul Fikri Faqih, MM pada pembukaan “Gerakan Bisa” (Bersih, Indah, Sehat, Aman) dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), di Obyek Wisata (OW) Purwahamba Indah (Purin) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat 24 Juli 2020 sore.

“Awalnya sektor ini nomor tiga menjadi nomor dua terbesar. Sejak pandemi, pendapatan tinggal lima persen karena hampir semua tempat wisata ditutup. Demikian juga hotel, tingkat hunian turun 90 persen, dan banyak yang memilih tutup,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Menurut Fikri, gerakan ini bisa menjadikan tempat wisata menjadi bersih dan sehat, sehingga bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk berkunjung. Disaat sekarang ini, tempat wisata juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Mudah-mudahan dengan Gerakan Bisa, kalau kita membenahi, destinasi wisata akan lebih bersih, menyehatkan dan aman,” tutur Fikri.

Sementara Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, R. Kurleni Ukar mengatakan bahwa Pandemi Covid-19 ini luar biasa dampaknya bagi pariwisata dan ekonomi kreatif. Tidak hanya terjadi di Tegal tapi di seluruh dunia, dan ini sangat berdampak bagi tenaga kerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Karenanya dari Kementrian untuk ikut membantu meringankan beban para pelaku wisata, dengan meluncurkan program Gerakan Bisa.

“Kita harus menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bisa bersih, sehat, dan aman. Jika kita mengharapkan wisatawan kembali berkunjung ke Indonesia sesuai dengan tren wisatawan saat ini yang memilih tempat yang bersih dan aman dari COVID-19,” kata Kurleni.

Dijelaskan Kurleni, Gerakan Bisa ini agar menjadi pemicu kebiasaan bersih, indah sehat dan aman di tempat wisata, sehingga wisatawan mau berkunjung. Setelah gerakan ini dilaksanakan, akan dievaluasi apakah berhasil apa tidak.

“Ini adalah langkah kecil dan semoga menjadi langkah besar menyadarkan masyarakat, bahwa hidup sehat dan bersih itu sangat penting,” tuturnya.

Dengan gerakan ini, lanjut Kurleni, diharapkan dengan menjaga protokol kesehatan di tempat wisata, jangan sampai terjadi penularan Covid-19. Penerapan protokol kesehatan oleh pelaku pariwisata bagi pekerja dan wisatawan di destinasi wisata, memegang peranan penting dalam upaya mengembalikan kepercayaan publik untuk berkunjung.

“Supaya tidak ada klaster baru, protokol kesehatan itu sangat penting,” tandas Kurleni.

Pada pembukaan Gerakan Bisa ini, setelah dilakukan penyerahan bantuan alat-alat kebersihan dan penunjang protokol kesehatan kepada puluhan relawan Indonesia Care, juga dilakukan membersihkan pantai dari sampah secara bersama-sama.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita