Selasa, 21/07/2020, 15:09:57
Tambakserang Bangun Jalan Baru Sekaligus Tanggulangi Dampak Covid
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Kepala Desa Tambakserang, Usef Asikin bersama warganya melakukan pembangunan badan jalan penghubung Dukuh Randegan dengan Dukuh Tambakserang (Foto: Dok. Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Desa Tambakserang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, realisasikan pembangunan jalan penghubung antara Dukuh Randegan dengan Dukuh Tambakserang desa setempat. Pembangunan jalan sepanjang satu kilometer tersebut dilakukan melalui program padat karya dalam rangka penanggulangan dampak Covid-19 bagi warga.

Kepala Desa Tambakserang, Usef Asikin mengatakan, Dukuh Randengan sebelumnya tidak ada jalan penghubung dengan Dukuh Tambakserang, selain hanya jalan setapak yang tidak dapat dilalui kecuali dengan jalan kaki. Selain itu, pada saat musim hujan jalan setapak dan galengan di antara sawah dan kebun itu menjadi licin sehingga sangat menyulitkan warga.

"Jalannya hanya setapak dan galengan, ketika hujan sangat licin dan hanya pejalan kaki melaluinya," ungkapmya, Selasa 21 Juli 2020.

Dukuh Randegan yang dihuni sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) lebih atau lebih dari 200 jiwa, selama ini harus melewati jalan setapak sepanjang satu kilometer tersebut untuk menuju pasar, pusat pemerintah desa dan juga tempat pendidikan bagi anak-anak.

"Kalau musim hujan para orang tua harus menggendong anaknya ketika berangkat dan pulang belajar di SD Tambakserang 03 yang ada di Dukuh Tambakserang," kata Usef.

Menurutnya, ada jalan lain tetapi memutar melalui perdukuhan lain yang jaraknya sangat jauh. Adanya jalan baru sangat meringankan beban warga baik untuk jalur perekonomian dan juga pendidikan.

"Kita bangun jalan tersebut untuk mempermudah siswa menuju tempat belajar dan juga untuk jalur ekonomi warga menuju pasar atau tempat pemerintahan desa," terang Usef.

Pembangunan jalan sepanjang satu kilometer dengan lebar badan jalan tiga meter dan bahu jalan masing-masing setengah meter di dua sisinya. Pembebasan tanah untuk badan jalan murni dari swadaya warga, dan pekerjaan pembangunan oleh warga melalui program padat karya penanggulangan dampak Covid-19.

"Wabah Covid-19 berdampak bagi warga, banyak yang kehilangan pekerjaan, melalui padat karya warga dapat terbantu. Sekaligus juga melaksanakan kegiatan pembangunan jalan," terang Usef.

Ditambahkan, adanya jalan baru antara Dukuh Randegan dan Dukuh Tambakserang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Jalur pendidikan akan lebih mudah dan jalur transportasi yang mudah akan meningkatkan perekonomian warga.

"Sebenarnya keinginan warga untuk memiliki jalan tersebut sudah lama, sejak para Kepala Desa sebelumnya. Tetapi baru kali ini jalan tersebut mulai terealisasi," kata Usef.

Tambahnya pula, saat ini baru dibangun badan jalannya melalui program padat karya penanggulangan Covid-19 dengan beaya bersumber dari Dana Desa (DD). Selanjutnya, direncanakan pula perkerasan jalan sehingga jalan itu benar-benar layak dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Sekarang pembuatan badan jalan dahulu, nantinya direncanakan juga peningkatan atau perkerasan," pungkasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita