Sabtu, 18/07/2020, 21:21:48
Peran Pendidik Dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19
Oleh: Ismi Jabah

Pemerintah menganjurkan siswa-siswi atau peserta didik, untuk tetap belajar di rumah dengan melakukan kegiatan pembelajaran daring. Mengingat pembelajaran daring terus dilakukan sampai dengan waktu yang belum ditentukan, bagaimana peran pendidik untuk menyampaikan materi secara daring dimasa pandemi Covid-19?

Pada Desember 2019, Covid-19 pertama kali muncul di Wuhan ibu kota provinsi Hubai, China. Covid-19 menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis corona virus.

Corona virus merupakan suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis corona virus menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk, pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Corona virus jenis baru ditemukan menyebabkan penyakit Covid-19. Covid-19 menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang terjangkit COVID-19 batuk atau mengeluarkan napas.

Percikan-percikan tersebut kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan-permukaan disekitar. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung atau mulutnya dapat terjangkit Covid-19. Sehingga WHO pada tanggal 11 Maret 2020 menetapkan wabah ini sebagai pandemi global.

Beberapa pemerintah daerah memutuskan menerapkan kebijakan untuk peserta didik belajar dirumah dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online. Kebijakan pemerintah ini mulai efektif diberlakukan di beberapa wilayah provinsi di Indonesia pada hari Senin, 16 Maret 2020 yang juga diikuti oleh wilayah-wilayah provinsi lainnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memutuskan, seluruh proses pembelajaran anak usia sekolah dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring selama masa darurat Covid-19. Memang tidak semua anak dapat menjalani secara konsisten pembelajaran daring karena berbagai keterbatasan.

Misalnya, ketiadaan fasilitas gawai (ponsel, laptop, dan tablet), rendahnya pemahaman tentang media digital, terbatasnya kemampuan membeli pulsa, dan keterbatasan sinyal. Namun, hampir sebagian besar siswa telah merasakan pembelajaran daring.

Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS). Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet.

Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Solusinya, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).

Hal ini sesuai dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Guru dapat melakukan pembelajaran bersama diwaktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), telegram, instagram, aplikasi zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat memastikan peserta didik mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan, meskipun di tempat yang berbeda.

Dalam hal ini, teknologi menjadi penghubung utama dalam proses belajar mengajar. Peserta didik dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi guna pembelajaran daring. Peran pendidik disini juga berubah karena menggunakan media pembelajaran daring maka peran fisik pendidik berkurang.

Bahkan pendidik sendiri dipaksa untuk beradaptasi teknologi baru dengan berbagai media pembelajaran. Tidak hanya itu, pendidik juga beradaptasi untuk melakukan asesmen (materi, nilai dan value) yang akan dijadikan bahan ajar agar peserta didik belajar dengan nyaman, tidak merasa bosan, mudah memahami dan tidak tertekan dengan materi atau tugas yang diberikan.

Pembelajaran dengan teknologi informasi pada era Covid-19 ini merupakan proses literasi digital yang tidak disadari banyak peserta didik. Selama ini proses literasi digital berlangsung lambat dan parsial. Namun, hari-hari ini peserta didik mengalami pembelajaran yang luar biasa untuk memahami apa itu gawai, bagaimana pemanfaatan gawai dan teknologi informasi secara baik.

Peserta didik juga belajar bagaimana memanfaatkan media sosial dan aplikasi-aplikasi lain untuk mendukung pembelajaran jarak jauh yang mereka jalani. Sebuah proses literasi digital yang sangat luar biasa positif bagi siswa atau peserta didik.

Dalam proses literasi digital, pendidik memiliki fungsi yang penting agar peserta didik dapat mengatur dan mengelola diri dalam memanfaatkan gawai dan koneksi internet. Pendidik memberikan tugas-tugas agar peserta didik dapat mengelola diri, memanfaatkan gawai dan internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Pendidik juga bertugas mengontrol aktivitas pembelajaran daring sekaligus memberikan masukan agar peserta didik terus memanfaatkan gawai, aplikasi, dan koneksi internet untuk mengembangkan pengetahuan.

Dalam proses pembelajaran daring juga sisipkan pesan-pesan edukatif kepada orang tua dan peserta didik tentang wabah pandemi covid-19, agar orang tua dan peserta didik dapat mengetahui secara luas serta perkembangan tentang wabah ini.

Keberhasilan pendidik dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemi Covid-19 ini adalah kemampuan pendidik dalam berinovasi merancang, dan meramu materi, metode pembelajaran, dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode. Kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang pendidik untuk dapat memotivasi peserta didiknya tetap semangat dalam belajar secara daring (online) dan tidak menjadi beban psikis.

Dengan demikian, pembelajaran daring saat ini masih digunakan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, peran pendidik sangat penting dalam pembelajaran daring guna kefektifan, physical distancing (menjaga jarak aman) baik dari pendidik, peserta didik maupun orang tua dari peserta didik.

(Ismi Jabah adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, sekaligus Asisten Analis Kesehatan di Klinik Utama Rizqina. Tinggal di Dukuh Tajur Manis, Desa Buniwah RT 01/03, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Email: ismijabah01@gmail.com)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita