Jumat, 17/07/2020, 16:10:55
Sesuai Amanah UU, Fikri: Tunjangan Guru SPK Harus Dikembalikan
LAPORAN SL. GAHARU

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS, DR. H. Abdul Fikri Faqih

PanturaNews (Tegal) - Sesuai amanah Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, tunjangan profesi guru di satuan pendidikan kerjasama (SPK) yang sempat dihapus oleh Peraturan Sekjen Kemendikbud No.6  tahun 2020, harus dikembalikan.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), DR. H. Abdul Fikri Faqih di sela kunjungannya di Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat 17 Juli 2020.

"Peraturan ini membuat resah para guru sertifikasi di SPK, kita harus kembalikan sesuai amanah UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen," ujar Politisi PKS dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota/Kab. Tegal, Kab. Brebes) ini.

Sebagai mantan guru, Fikri Faqih dapat merasakan keresahan yang dialami para guru yang terkena dampak, jika kebijakan ini diterapkan. Menurutnya, Tunjangan Profesi Guru adalah hak seluruh guru yang sudah mendapatkan sertifikat profesi, sesuai amanah dalam UU Guru dan Dosen.

“Jika semua persyaratan sudah dipenuhi, dan tidak ada alasan secara yuridis yang menunjang untuk menghapus tunjangan profesi guru-guru SPK, menurut saya tidak elok kebijakan ini digulirkan. Jika kewajiban sudah dipenuhi, maka hak guru harus tetap diberikan. Jangan ada diskrimasi,” ungkap Fikri. 

Sebelumnya pada 15 Juli 2020, telah berlangsung Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Forum Komunikasi Satuan Pendidikan Kerjasama Indonesia. RDPU tersebut menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya Komisi X DPR RI mendesak Kemendikbud RI untuk meninjau ulang peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbud RI No  6 tahun 2020, tentang petunjuk teknis pengelolaan penyaluran Tunjangan Profesi dan Tunjangan Khusus bagi guru bukan PNS, serta Peraturan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud No 5745/B.B1.3/HK/2019.

“Kami mewakili guru-guru SPK resah dengan kebijakan ini, apalagi presiden pernah mengatakan Tunjangan Profesi Guru tidak akan dihentikan. Akan lebih baik jika Kemendikbud dibawah Nadiem Makarim, membuat aturan yang lebih strategis, bukan membuat keresahan para guru,” kata Ketua Forum Komunikasi SPK, Muhammad Khalid Riza.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita