Kamis, 16/07/2020, 21:07:19
Pasien Covid-19 Tak Jujur, 6 Tenaga Medis RSUD Brebes Dikarantina
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Gara-gara menangani seorang pasien yang ternyata positif virus corona (Covid-19) asal Desa Banjaranyar, Kecamatan Brebes, enam orang tenaga medis di RSUD Brebes, Jawa Tengah, harus dikarantina.

Enam tenaga medis yang dikarantina itu terdiri dari empat orang petugas IGD, dan dua dari bagian HD atau cuci darah. Mereka menempati ruang khusus di RSUD Brebes selama menjalani karantina.

"Jadi, semua karyawan yang dikarantina itu adalah tenaga medis yang kontak langsung dengan pasien Covid-19 asal Desa Banjaranyar Kecamatan Brebes," kata Direktur RSUD Brebes, Oo Suprana, Kamis 16 Juni 2020.

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Brebes, Imam Budi Santoso, menjelaskan enam tenaga medis itu dikarantina, setelah menangani langsung pengobatan seorang pasien berusia 33 tahun yang mengalami gagal ginjal. Belakangan pasien itu dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani test swab.

"Keluarga cenderung tidak jujur dalam menjelaskan riwayat pasien. Paling tidak, keluarga cerita kondisi detail pasien. Karena itu menjadi modal penting dalam penanganan medisnya," terangnya.

Menurutnya, dalam kasus tersebut, petugas medis yang menangani pasien Covid-19 hanya mengenakan APD level dua, karena petugas mengira hanya gagal ginjal.

"Kalau keluarga jujur soal riwayat pasien, pasti mereka akan menggunakan APD level 3," tuturnya.

Adapun, lanjut dia, untuk mengantisipasi penularan atau transmisi lokal, enam tenaga medis itu harus karantina selama 10 hari ke depan.

Dalam proses karantina, enam tenaga medis itu akan dipantau secara intensif. Hal itu, untuk mendeteksi adanya gejala paparan virus Corona atau tidak. Kemudian, jika ada indikasi terpapar, baru akan dilakukan rapid test dan test swab.

"Rapid dan tes swab baru akan dilakukan saat masa inkubasi," jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada semua masyarakat untuk lebih terbuka dan jujur saat berobat, terutama soal riwayat pasien. Melalui keterangan dan informasi detail yang jujur, akan sangat memudahkan tracing bila ditemukan adanya Covid-19.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita