Rabu, 15/07/2020, 15:25:54
Harga Bawang Daun Melonjak, Petani Semangat Memanen
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Petani dan buruh tani semangat memanen tanaman sayuran bawang daun yang harganya melonjak saat ini (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Harga bawang daun di tingkat petani harganya melonjak pada beberapa hari terakhir ini. Sebelumnya harganya sekitar Rp 3.000 perkilogram, kini melonjak 100 persen atau menjadi Rp 6.000 perkilogram di tingkat petani. Kenaikan harga tanaman sayuran yang banyak dibutuhkan masyarakat sebagai bahan penyedap rasa ini, membuat petani semangat untuk memanennya.

Petani sayuran di lereng gunung Slamet tepat di Desa Batursari Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sumedi (40) mengatakan, kenaikan harga bawang daun terjadi sudah dua pekan ini. Kenaikan terjadi secara bertahap, mulanya Rp 3.000 perkilogram kemudian naik menjadi Rp 4.000 perkilogram, terus naik lagi menjadi Rp 6.000 perkilogram.

"Bahkan sempat kemarin naik menjadi Rp 7.000 perkilogram, tapi secara umum ya Rp 6.000 harga perkilogramnya," katanya kepada PanturaNews, Rabu 15 Juli 2020.

Harga tersebut ada di tingkat petani, sementara di pasar atau di tingkat konsumen bisa lebih tinggi harganya. Kenaikan harga sayuran yang cocok ditanam di dataran tinggi ini membuat petani semangat memanennya, karena mendapatkan untung lebih.

Sehingga ada petani yang memanen tanamannya meski usianya baru dua bulan, karena khawatir harga akan turun jika menunggu sampai usia dua bulan setengah. Namun hal itu biasanya tergantung pada kondisi tanamannya, jika terlihat subur dan layak dipanen petani memanennya.

"Mumpung harganya lagi bagus, kadang ada yang berani memanen tanaman bawang daunnya meski baru dua bulan usianya," ungkap Sumedi.

Sayangnya, saat ini tidak banyak petani yang menanam bawang daun, sehingga tidak semua petani dapat menikmati kenaikan harga tersebut.

"Harga memang lagi bagus tapi petani yang menanam bawang daun juga tidak terlalu banyak, ya mereka yang menanam saja yang bisa menikmati kenaikan bawang daun saat ini," terang Sumedi.

Barangkali kenaikan harga juga akibat permintaan yang tinggi, namun stok di petani tidak banyak. Petani tidak banyak yang menanam bawang daun karena pertimbangan cuaca biasanya. Perkiraan petani cuaca atau kondisi saat ini yang akan memasuki musim kemarau kurang bagus untuk tanaman bawang daun.

"Pertimbangan cuaca biasanya menjelang musim kemarau tanaman kurang bagus, banyak hama dan gangguan lainnya dan memilih tanaman yang cocok atau tahan hama," papar Sumedi.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita